Menikmati Secangkir Kopi Dan Sunrise Gunung Sindoro

Menikmati Secangkir Kopi Dan Sunrise Gunung Sindoro-Pada posting sebelumnya saya telah memposting sebuah catatan cerita dari 3 Diva sebutan untuk cewek-cewek tengil dari Bandung ini, Pendakian Gunung Merapi-Yogyakarta. Pada kesempatan kali ini saya akan bercerita pengalaman yang tak kalah menarik dari cerita perjalanan di Gunung.


Pagi itu cuaca sangat cerah Adzan subuh terdengar sayup-sayup dari Pos 3 Gunung Sindoro, Tim Pendaki Ecek-ecek "sebutan pada waktu mendaki"  memutuskan untuk istirahat sekaligus menikmati terbit dari tempat itu.

Semburat sinar mentari pagi mulai nampak diufuk timur. Semakin lama semakin terang. Persis di tengah-tengah antara Gunung Merapi dan Gunung Merbabu. Sementara diujung kanan, nampak Gunung Sumbing yang gagah. Sungguh pemandangan yang sangat indah dan mampu menghilangkan lelah para pendaki yang sudah menempuh 6 jam perjalanan.

Sembari menikmati pemandangan dan beristirahat, tim mulai berbagi tugas. Ada yang memasak dan ada pula yang memasak untuk persiapan pendakian kepuncak. Namun Tim memberikan kesempatan pada anggota yang mengalami kram pada kaki untuk beristirahat total.

Menikmati Secangkir Kopi Dan Sunrise Gunung Sindoro

Sekitar 15 menit kemudian, mie instant sudah siap santap. Sarapan pun dimulai Celotehan dan protes pun muncul. Ada yang berkomentar masakanya terlalu pedas, ada yang bilang terlalu manis. Meskipun masakan yang disiapkan tetap ludes.

Matahari semaki tinggi. Dua jam beristirahat dirasa sudah cukup mengembalikan kebugaran. Tim bersiap menuju puncak dan disempatkan berfoto bersama. "Ayo kita foto bersama disini mumpung udaranya cerah. Siapa tahu nanti ada yang tidak sanggup sampai puncak," usaul salah seorang dari teman. Dengan minta tolong pendaki dari jakarta, akhirnya tim bisa berfoto bersama.

Dengan sisa tenaga yang ada pukul 09.00 akhirnya Tim mencapai puncak dan mengucap syukur disini. Kabut pun mulai turun, tim memutuskan untuk turun agar tidak kehujanan di perjalanan. Pukul 18.30 Tim sampai di Yogyakarta

Pendakian yang mengambil rute Kledung ini memang menguras tenaga. Pasalnya tim ecek-ecek tidak sempat berisirahat sebelum mendaki. Berkumpul dan berangkat mendaki pukul 15.30 WIB dari Yogyakarta, rombongan baru sampai Parakan sekitar pukul 20.00. Setelah beristirahat dan packing serta makan malam di Parakan pukul 21.00 tim berangkat menuju base camp Kledung pukul 21.30 melapor dan mengisi buku tamu, kemudian selama 45 menit aklamatisasi pendakian.
Pendakian Gunung sindoro, Temamggung, Jawa Tengah pada sabtu-minggu (22-23 Desember 2012) ini sekaligus untuk meresmikan Hikking Adventure Club Ecek-ecek, sebuah Komunitas Pencinta Alam.

Pendakian Gunung Sindoro (3.136 mdpl) di ikuti 17 Anggota, yang kesemuanya adalah Mahasiswa dari berbagai Jurusan yang ada di Yogyakarta, masing-masing Joko, Andi, Firman, Lukman, Denny, Andi, Setyawan, Jhony, Imron, Santi, Zero, Candra, Donny, Gita, Rany, Virly dan Anisa.

Joko menuturkan, pendiri Komunitas Pencinta Alam ini dimaksudkan untuk menumbuhkan kebersamaan dan kekompakan para Mahasiswa yang suka dan hobi akan olahra Alam. Selain itu juga untuk menjalin persahabatan di lingkungan pencinta alam.

Komunitas ini bukan untuk gagah-gagahan, tetapi menjadi wadah bagi mahasiswa yang gemar berpetualang sekaligus mencintai lingkungan "tutur Joko di puncak Gunung Sindoro.

Demikian catatan cerita tentang Menikmati Secangkir Kopi Dan Sunrise Gunung Sindoro yang bisa saya bagikan. Jika ada salah-salah kata mohon dimaafkan. Bagi sobat yang gemar menulis ceita ataupun puisi nya bisa dikirim dan di publikasikan di blog sederhana ini. Berbagi itu indah sobat. Terima kasih.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

* Jangan Meninggalkan Link Aktif
* Silahkan berkomentar dengan Kata Sopan Dan Ber-Etika.
* Terima kasih telah singgah di blog ini.
* Oke jangan pernah bosen singgah di sini :D
EmoticonEmoticon