Tampilkan postingan dengan label Catatan Cerita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Catatan Cerita. Tampilkan semua postingan

Celotehku Hari Ini Part17

Wibi Alwi Surya Kuncoro 05.43.00 Add Comment
Lama sekali saya mengertikan kata ” Hidup Adalah Pilihan” yang sering orang katakan. Awalnya saya berfikir pilihan itu hanya sebatas angan-angan, atau keinginan belaka. Saya ingin kaya tetapi mengapa tidak kaya, saya tidak memilih hidup menjadi kuli. Saya menganggap kata itu hanya omongan orang yang sudah berada saja.

Akhirnya saya menemukan jawabanya, pilihan itu adalah doa yang didasari dengan hati, kesungguhan , dan niat yag kuat untuk berubah dan berbuat semaksimal mungkin memberdayakan kemampuan yg dimiliki dan terus menambah dengan belajar dari alam, senior dan rekanan. Hanya satu modal sikap ” Rendah hati”.


Hidup adalah Pilihan Celotehku Hari Ini Part 17

Hidup memang harus dijalani dan banyak yang berkata seperti itu.. tapi ada bedanya jika hanya dijalani saja tanpa arah dan tujuan yang jelas. Memang kita hanya bisa merencanakan dan Tuhan yang menentukan. Membuat sebuah keputusan dalam hidup adalah peristiwa yang yang sangat bersejarah. Membuat keputusan berarti kita sudah membuat tujuan dari perjalanan hidup.

Dengan tujuan yang pasti kita bisa menyusun rencana demi rencana untuk mencapainya. Akan lahir sebuah semangat baru.. tenaga baru dan pemikiran2 yang cemerlang setelahnya. Buatlah keputusan sekarang juga, tinggalkan kebiasaan yang tidak baik, Hilangkan dendam dan kebencian, sambut masa depan dengan senyuman..!!!

Celotehku Hari Ini Part 8

Wibi Alwi Surya Kuncoro 04.11.00 Add Comment
Impossible is nothing.. Sebuah jargon terkenal yang dimiliki salah satu brand olahraga terbesar di semesta ini.. Memang sekilas kalimat ini terdengar amat klise, sebuah ungkapan yang sering hanya dijadikan motivasi dan sarana peghibur diri yang tertetes dari bibir seseorang maupun yg mendegarnya.. Tapi buat gw kalimat pendek ini bukanlah sebuah kalimat yang bermakna semiskin itu. Banyak kejadian atau hal-hal yang memang memperlihatkan tidak ada sesuatu yang ga mungkin di dunia ini (selama itu realistis). Mungkin beberapa dari kalian pernah  membaca buku atau menonton the secret karya Rhonda Byrne, dalam cerita itu terlihat apapun yang kita harapkan, jika kita terus mensugestikan dalam diri dan terus berusaha mendapatkan apa yg kita inginkan, semua pasti bisa tercapai.. ya, tapi itu hanya sebuah media komersil yang pastinya bisa dibumbui drama dan rekayasa didalamnya.

Celotehku Hari Ini Part 8

 Well, gw mendapat contoh kecil dan kejadian yang lebih nyata dalam keseharian kita, lo pasti tau binatang cecak kan? Cecak diidentikkan sebagai pemakan nyamuk yang handal bahkan sampai diciptakannya alunan syahdu yang terkenal. Ternyata dari seekor cecak kita bisa mencontoh sesuatu, pernah ga lo berpikir, bagaimana mungkin cecak yg kita tahu adalah  jenis binatang melata yang harus berjalan diam-diam merayap di sebuah bidang bisa memangsa seekor nyamuk yang berterbangan bebas di udara? hal kecil yang luar biasa bukan? seekor cecak mampu melakukan itu karena cecak punya kelebihan dalam dirinya dan dia memanfaatkan kemampuannya itu dengan maksimal. Harusnya kita bisa belajar dari contoh kecil ini, seperti yang gw tulis pada edisi catatan malam sebelumnya, kita harus bisa menjelajah diri sendiri supaya kita dapat menemukan potensi apa yang ada didalam diri kita dan dapat kita gunakan untuk mendapatkan sesuatu yang kita inginkan..

Einstein pernah bilang “Imagination is everything. it’s the preview of life’s coming attractions”. Dengan berimajinasi dan bermimpi kita bisa membuat dunia ini terus bergerak dan mewujudkan sesuatu yang kita pikir tidak mungkin. Satu fakta menarik lagi adalah ramalan Padmasambhawa seorang Budhism terkenal yang hidup pada abad ke 8 Masehi pernah meramalkan akan ada sebuah burung besi yang berterbangan di udara. Dan terbukti setelah lebih dari seribu tahun ramalan tersebut, saat ini F16, Sukhoi, Chengdu J-10 hingga EuroFighter Typhoon dengan teknologi tempur yang sangat mumpuni sudah seperti lalat-lalat yang berterbangan diatas bangkai-bangkai yang terbengkalai.

Kita bisa menjadi apapun dan mendapatkan apapun yang kita mau selama itu REALISTIS dan yakin sepenuh hati dengan kemampuan yg kita miliki untuk mendapatkan sesuatu itu. Somebody said, “Nothing is hard. As long as it comes from the heart..” So, Is Nothing Impossible?

Celotehku Hari Ini Part 7

Wibi Alwi Surya Kuncoro 04.05.00 Add Comment
Dihari saat senja memeluk erat mentari dalam pembaringannya, ku duduk memandang tirai hujan yang jatuh dari langit. Ternyata saat itu bukan hanya bumi yang basah, tapi pipi ini juga. Mata ini telah bercerita segalanya, tetang duka lara yang bisa saja tak aku ungkapkan. Aku tahu, saat tak ada bahumu sebagai tempatku berteduh, bukan berarti ragamu meninggalkanku sendiri bersama tudung kesedihan. Bukan, bukan begitu. Sebenarnya aku tak perlu bahu untuk merebahkan seluruh sesak kenangan yang memenuhi dadaku. Karna kamu, tak pernah henti mengirimkan do’a demi kebaikan dan kebahagiaanku tanpa kau pinta.
Hidup boleh berselimut senyum, ber-isi-kan duka. Jangan terbalik, agar dalam keadaan berduka-pun kita masih memacarkan senyum untuk semua orang.
Sudah, sudah, ku usap air mata ini. Jika bukan kamu yang pergi atas mau sendiri, kelak Tuhan pula lah yang akan memintamu pergi dariku jika kita memang tak diperuntukkan untuk bersama.

Celotehku Hari Ini Part 7
Sebenarnya ingin sekali aku mengajukan proposal kepada Tuhan, untuk memintamu agar  kau tak disandingkan dengan yang lain kecuali denganku. Namun kita tak pernah Tau segala rencana baik Yang telah Ia siapkan. Mungkin saja saat aku memintamu kala itu, tanpa sengaja aku telah menolak INSAN yang lebih baik darimu yang sebenarnya telah digariskan-NYA untukku. Karena itu mulailah hatiku ini Ikhlas hanya menunggu pilihan-Nya.

Tak perlu ku terisak dihadapanmu untuk membuktikan perasaanku. Cukuplah dalam diam ku, dalam do’a setiap sujudku. Aku bisikkan kepada Tuhan bahwa aku mencintaimu. Biarkanlah Tuhan yang mempertimbangkan, pantaskah aku untukmu, pantaskah kamu untukku. Jika kita sama-sama mampu merebut ridho-Nya, jangan pernah takut tak bersama. Setidaknya jika kita tak bersama, kita akan dipertemukan dengan seseorang yang telah dipilihkan-Nya. Anggaplah aku, sebagai salah satu materi dalam setumpuk Bab perencanaan Tuhan yang akan mengajarimu ke-Ikhlas-an. Ikhlas dalam merelakan suatu hal yang belum pasti menjadi milikmu.

Mari ku ajari kamu memperhatikan cara Allah bekerja menyembuhkan hati yang lara. Dibuatlah mereka kembali berbunga-bunga melalui perantaranya. Maka mengapa tak kau bawa saja luka mu itu untuk disembuhkan-Nya?

Jangan khawatir hidupku tak akan bahagia bila tak bersamamu. Karena kelak akan ada sosok yang terus mendoakanmu agar setia kepada-Nya dalam diam tutur katanya Celotehku Hari Ini Part 7.

Celotehku Hari Ini Part 6

Wibi Alwi Surya Kuncoro 03.57.00 1 Comment
Celotehku Hari Ini Part 6-Jika dengan berpikir aku ada, maka dengan menulislah aku mengabadikan keberadaanku. Aku tahu aku pernah menyimpannya di suatu tempat dalam kepala. Membentangkannya jadi uraian memanjang yang terjalin satu sama lain, seperti layaknya dalam badan kaset, ialah pita yang merekam cerita kita. Aku tahu aku pernah menyimpannya, tapi tak kutemukan juga meski kucari ke sini dan ke sana. “Mungkin ia memang tak pernah benar-benar tersimpan di dalamnya” bisa jadi. Aku pun sadar aku kurang pandai menatanya sehingga bisa saja ia tercecer keluar kepala.  “Atau mungkin belum dicari di tempat yang tepat” bisa jadi. Terlebih gelapnya kepala terlampau pekat sehingga tanpa disadari, terdapat bagian-bagian yang terlewat. Namun, sekarang aku ingin beristirahat sebelum mencari ulang dengan lebih cermat.

Celotehku Hari Ini Part 6
Aku memimpikan sebuah wadah yang teramat kedap. Tempat menyimpan kenang-kenangan agar tak serta-merta menguap dan tak jatuh berceceran lalu hilang tanpa jejak. Badannya dari kaca bening tak terlalu besar hingga dapat selalu kujinjing. Bisa kututup dan kubuka kapanpun aku suka isinya pun tampak jelas oleh mata, hingga aku tahu yang mana ada di mana lalu dengan mudah kuraih isinya.

Aku memimpikan sebuah wadah untuk cerita kita wahai sahabat, wahai teman, wahai orang-orang yang dulu pernah bersama-sama.

Aku ingin tak sekadar menghubungi kalian saat uang sakuku menipis menuju terkuras habis.

Aku ingin tak sekadar memaparkan bahwa aku menghadapi masalah ini itu agar dapat kalian bantu.

Aku ingin tak sekadar mengabari bahwa aku akan pulang dalam waktu dekat sehingga tiket dapat kalian siapkan dengan cepat.

Aku ingin tak sekadar bercerita kepada kalian tentang betapa perlunya aku akan sesuatu supaya nantinya kalian dapat membuatnya sampai di tanganku.

Aku ingin dapat menggerakkan diri untuk menghubungi kalian saat aku memang merindukan kalian.

Aku ingin bisa cukup terbuka untuk memaparkan pengalaman membahagiakan yang ku alami hanya karena aku rasa hal itu dapat membuat kalian bahagia juga.

Aku ingin memiliki kesempatan untuk membangun sebanyak mungkin kabar baik untuk kukabarkan kepada kalian dan terus mengalokasikan waktu untuk mengabarkannya.

Aku ingin bertahan di sini, tak memanfaatkan liburan untuk kembali, namun dapat membawa oleh-oleh terbaik yang bisa kuberi. 

Aku ingin kalian tahu bahwa sejauh apapun aku ingin pergi, selama apapun aku berada di sisi lain bumi, aku akan kembali. Dan aku sedang belajar untuk mewujudkannya Celotehku Hari Ini Part 6.

Celotehku Hari Ini Part 4

Wibi Alwi Surya Kuncoro 03.47.00 Add Comment
Celotehku Hari Ini Part 4-Guratan demi guratan, sedikit demi sedikit akan aku ulang kembali perjalanan panjang yang sudah lama aku nanti.  Kegagalan di masa lalu sudah aku lupakan dan kini aku punya kehidupan di masa yang akan datang dan akan aku ulang kembali menjadi keajaiban.

Tentang aku dan kehidupan
Bergerak, berjalan, berlari dari kehidupan ke kehidupan
Melihat, mendengar, merasakan perjalanan
Merindu, terdiam, dan berbicara dalam pikiran

Kehidupan adalah kehidupan
Kita mencari di tengah keramaian
Kita bersembunyi di sudut kegelapan
Air sungai mengalir melawati terang menuju kehampaan

Dan biarkan aku sejenak dengan kesendirian
Yang berbicara adalah hati dan pikiran
Yang merasa adalah jiwa yang tenang
Membiarkan semua ini berbisik, melantunkan

Kesendirian itu sepi
Menjadikannya dingin dan berkedinginan
Sesepi belantara hutan diantara pepohonan
Sedingin embun yang menetes di dedaunan

Dan biarkan aku sejenak dengan kesendirian ini
Tak ada siapa-siapa tak berarti tak ada kehidupan
Tak ada yang memegang tanganku
Dan aku hidup dalam kebebasanku

Setiap orang, mungkin pernah merasakan yang namanya kesendirian. Kesendirian ini adalah ketika kita merasakan bahwa tak ada yang menemani, entah dalam ruang kosong, bahkan pada keramaian sekalipun. Kesendirian ini, terkadang menyakitkan, atau bahkan membahagiakan.

Celotehku Hari Ini Part 4
Dalam kesendirian, kita dapat menemukan cerminan diri kita sendiri. Menemukan siapa kita sebenarnya, dan menjadi apa diri kita sebenarnya. Kita juga menemukan, tentang cap atau label dari orang lain yang sesuai dengan kita, maupun yang tidak sesuai dengan kita sendiri.

‘Saya seorang guru’, ‘saya seorang Sarjana’, ‘saya pelajar’ dll, menjadi tidak bermakna dan tidak berguna ketika berada dalam kesendirian. Status akademik maupun jabatan tidak berpengaruh, melainkan status diri kita sendiri. Sifat kita yang asli bagaimana, dan seperti apa.

Dalam kesendirian, pikiran-pikiran yang terpendam, justru dapat keluar dan teringat kembali seutuhnya. Keinginan-keinginan yang pernah ada, kembali muncul. Khususnya keinginan maupun pikiran yang baik. Ada kebahagiaan tersendiri, ketika kita ber-imajinasi tentang apa yang kita inginkan.

Kadang kita sendiri butuh waktu untuk menyelami dari suatu kesalahan yang ada, memikirkan langkah berikutnya setelah kita terjatuh. Kadang semuanya butuh proses yang sama sekali tidak gampang. Menyadari dan mengakui sebuah kesalahan dapat terjadi pun butuh sebuah keberanian. Sama sekali bukan hal yang mudah. Terutama jika kita mempunyai sikap yang arogan dan egoistik.

Kadang kita juga butuh waktu untuk memahami kehidupan yang sedang kita jalani. Hidup adalah pilihan. Pilihan yang harus diambil, adalah konsekuensi kita sendiri. Entah itu baik, atau buruk. Satu pilihan, bahkan bisa mengubah orang dalam waktu bertahun-tahun.

Hidup adalah cobaan. Tuhan menciptakan makhluk-Nya untuk hidup di dunia ini, tidak lain dan tidak bukan untuk diberi cobaan. Musibah atau rasa bahagia, itu merupakan cobaan. Dalam kesendirian, kita dapat memahami maksud dan arti dari cobaan yang diberikan kepada kita. Karena hidup harus dijalani dengan hati yang terbuka, dan menerima.

Kesendirian dapat mendekatkan diri kita dengan Tuhan yang menciptakan kita. Kita kadang suka melupakan Tuhan pada setiap hal. Di dalam kesendirian inilah, waktu yang tepat untuk mempererat hubungan kita sekaligus meminta kepada Tuhan.

Kadangkala, kesendirian ini menimbulkan rasa sakit. Ya, itu benar. Bagaimana rasanya, di tengah kerumunan, justru kita merasa sendiri karena merasa ditolak oleh lingkungan sekitar? Atau bagaimana rasanya ketika tidak ada teman yang menolong padahal saat kita bahagia, kita tolong?

Disinilah, kita merasakan kesendirian sebagai sebuah penyiksaan yang menyakitkan, namun membuat candu. Dalam kesendirian, muncul sakit hati. Memikirkan hal-hal yang buruk menimpa kita. Merasa dijauhi dan sebagainya.

Tapi inilah hidup. Kita butuh kesendirian. Kesendirian, dapat membahagiakan, maupun menyakitkan. Karena sesuatu di dunia ini, mempunyai 2 sisi. Maka, nikmatilah.

Celotehku Hari Ini Part 3

Wibi Alwi Surya Kuncoro 03.39.00 Add Comment
Celotehku Hari Ini Part 3-Dari satu ke dua dan lanjut ke tiga dan lanjut lagi ke empat, dan seterusnya, step by step, selangkah demi selangkah, pelan tapi pasti.  Dari kehidupan sendiri sebenarnya layaknya sebuah drama. Ada rasa dimana hati dan perasaan kita dengan mimpi dan keinginan akan lupakan banyak hal kita manusia mahluk Tuhan sadar akan kesalahan penyesalan dan akhirnya harus meminta ampun padanya, Allah SWT. Seakan berjalannya waktu memberikan pelajaran bagi saya untuk menjadikan seseorang untuk belajar lebih dewasa terhadap diri saya, supaya lebih bisa menerima apa yang telah Tuhan berikan pada saya harus bagaimana dan akan menjadi apa nantinya. Ketika hati merasa mempunyai beban dan pilihan hidup untuk menentukan sesuatu dari banyak hal apapun itu permasalahan yang dihadapi kini dan nanti, harus menentukan pilihan dan menjadi tegas dalam mengambil keputusan, mengharuskan sigap dalam bertindak ataupun melawan untuk bertahan hidup dari acaman yang menuntut diri untuk membela diri.

Imajinasi Celotehku Hari Ini Part 3Mengacu pada hal yang dimiliki pada diri setiap insan.  Berbentuk bayang-bayang dan terkadang semu untuk dipikirkan. Namun, untuk mereka orang-orang yang membebaskan pikirannya dari belenggu dan rasa sakit akan terus menggenggam dengan apa yang dinamakan harapan, mimpi dan cita-cita. Walaupun terlihat kosong dan abstrak dimata para pengguna otak kiri yang notabene adalah mereka yang berpikiran rasional dan berjalan dalam koridor jalan yang telah ditentukan. Meskipun mereka bermimpi, namun mimpi mereka hanyalah dijadikan sebagai pemanis buaian malam semata dibawah dunia alam sadar.Kebenaran apa yang terkandung dibalik definisi kata harapan, mimpi dan cita-cita yang ditafsirkan beragam dengan alasan tiap individu yang berbeda.  Bukankah yang ada dan teralami sekarang ini lebih baik daripada berharap dari mimpi dan cita-cita yang entah bakal seperti apa di masa yang akan datang. Orang yang berpikir secara praktis tentunya menganggap bahwasannya kenapa harus berharap, bermimpi dan bercita-cta untuk masa depan yang enta kapan datangnya dan bakal seperti apa. Bukankah itu pekerjaan yang sia-sia dan cenderung menghamburkan waktu untuk bersenang-senan dalam masa kini?

Tidak ada batas bagi imajinasi. Kita boleh mengkhayalkan dan bermimpi apa saja. Khayalan atau mimpi tidak bisa dibatasi realitas fisik, kesulitan keuangan, rasa takut, penolakan, dan apa saja yang mengurung anda di “Dunia Nyata”.Bayangkan masa depan, dan biarkan diri anda melaju dengannya. Tinggalkan kendala dibelakang, dan tampilkan hidup yang ingin anda jalankan. Hidup yang anda ciptakan akan dimulai dari mimpi dan harapan anda. Ciptakan mimpi yang berujung harapan dan cita-cita terbaik, dan mulai bertindak untuk mewujudkannya.

Kita hanya perlu memilih peran apa yang ingin kita sandang. Dan dalam menjalankan peran yang kita pilih itu, semua adegan adalah kewenangan kita, baik itu apa saja yang ada di dalamnya, bagaimana kita menjalankannya, atau siapa saja yang terlibat. 

Meraih kesuksesan adalah sebuah pilihan. Merangkai mimpi menuju harapan yang cerah adalah hak untuk setiap orang. Semua insan boleh berharap, berangan menjadi dan melakukan yang terbaik. Semua itu pilihan. Jika memang ingin mendapatkan apa yang selama ini terpatri dalam benak kita itu sebagai cita, maka yang pertama kali harus kita lakukan adalah memilih jalan kesuksesan tersebut. Pilihan itu akan membentuk sebuah paradigma yang kembali akan membentuk attitude kita, karena paradigma itu akan menanamkan sebuah visi yang akan mengarahkan kita kepada apa yang menjadi pilihan hidup kita. 

Semua orang pernah melakukan kesalahan. Semua orang pernah keluar dari jalur yang telah ia pilih sebagai jalan hidupnya. Namun cukuplah satu kali kesalahan itu menjadi pembelajaran yang bermakna, yang justru akan menjadikan kita sebagai manusia yang “tak akan pernah salah lagi”. Orang cerdas akan menjadikan kesalahan sebagai referensi sekaligus motivasi agar ia tak pernah jatuh pada lubang yang sama. Ia juga akan menjadikannya sebuah tantangan, jikalau ia mampu menepis segala keraguan dunia untuk mengatasi, atau bahkan menaklukkan kesalahan-kesalahan yang pernah ia perbuat. Konsekuensi logisnya, ia akan mampu menjadi luar biasa justru dari kesalahan itu. Kesalahan adalah guru yang paling efektif untuk membina seseorang.

Kawah Putih Celotehku Hari Ini Part 3
Banyak fakta menunjukkan, terbentuknya seseorang menjadi manusia yang hebat adalah karena ia telah mengalami “penderitaan” terlebih dahulu. Penderitaan di sini harus dimaknai dengan lebih luas. Penderitaan di sini lebih menjurus kepada sikap mental yang gigih dan pekerja keras, selalu bersedia mengalami masalah karena justru dari sanalah kematangan yang sebenarnya akan didapatkan. Seringkali kita menemukan, anak yang berasal dari kalangan tidak mampu namun mampu melanjutkan studinya ke jenjang yang tinggi, akan lebih gigih daripada anak yang berasal dari keluarga mapan. Hal itu karena keprihatinan yang melandanya telah membentuk mentalnya menjadi seorang yang pantang menyerah.

Nada sumbing dapat datang dari mana saja, bahkan dari seorang yang sangat dekat dengan kita. Langkah paling bijak untuk menyikapinya adalah dengan menutup mata terhadap suara-suara tersebut, kecuali yang membuat kita menjadi lebih baik. Orang tak akan pernah lelah untuk mengomentari segala hal yang kita lakukan. Mereka hanya akan berhenti jika kita telah membuktikan kalau kita berhasil mencapai apa yang menjadi tujuan kita. Karena itu, memendam segala mimpi dalam hati adalah solusi terbaik. Dalam artian, mimpi yang telah kita rangkai tidak perlu kita umbar kepada orang lain secara berlebihan. Cukuplah kita tulis dalam selembar kertas, kita yakini dalam-dalam jika itu benar-benar akan menjadi riwayat hidup kita di kemudian hari, lalu kita lakukan apa yang seharusnya kita lakukan. 

Mimpi adalah kunci untuk kita menaklukkan dunia. Bermimpi besar bukanlah pantangan, namun justru kewajiban. Kejarlah mimpi itu. Jadilah pejuang, jangan jadi orang biasa saja. Jadilah sang pemain kehidupan, jangan mau selalu jadi penonton. Jadilah bukti itu sendiri, jangan menunggu bukti dari orang lain. Kita ada untuk berjuang dan berkarya agar dapat bermakna untuk negeri ini.

Kita pasti bisa Celotehku Hari Ini Part 3 !!!

Ceritaku-Selamat Jalan Nenek

Wibi Alwi Surya Kuncoro 22.25.00 Add Comment
Selamat Jalan Nenek-Mungkin saat ini kita bersamanya, bercanda, tertawa, tersenyum bersama, atau mungkin saat ini kita membentaknya, mencaci maki dirinya, mungkin juga saat ini kita mampu memeluknya, mampu meraba tubuhnya yang halus dan lembut, mungkin saat ini kita masih bisa melihat senyuman darinya, sinar binar dari matanya, Tapi apakah kita tau besok atau 1 jam lagi kita bisa melihat semua itu, merasakan semua itu, menyapanya dengan lembut, membelainya penuh kasih sayang. Dulu ,ya dulu aku sering mengatakan nenek itu cerewet,beliau selalu melontarkan pertanyaan yang membuat aku risih.

“ida udah makan belum??????
“ida ayo mandi dulu????
“ida tolong pijitin nenek????
“ida belajar dulu ??
“ida ayo tidur ???
“ida janagn nonton tv terus????
“ida mau kemana???? Pulang sama siapa???pulang jam berapa???
Nenekku memanggil diriku dengan nama farida.

Dulu pertayaan itu perintih itu sering tidak aku pedulikan, suara itu selalu membuatku risih, sangat risih bahkan ???? “bawel...........bawel........bawel.......”mungkin pada waktu itu, itu adlah kata-kata yang sangat tepat. Namun sekarang aku menyesal, kata-kata itu yang sangat aku rindukan, telinga ini sudah terlalu rindu tak ada lagi yang memanggil-memanggil aku, semua itu telah hilang kini tinggallah kehampaan, sunyi, senyap, sepi. Ah Tuhan aku rindu masa-masa itu. 3x lebaran ini aku sudah tidak bisa melihat semua itu, meraskan semua,dulu sepulang sholat ied aku selalu mencium tangannya dan berkata . “nenek maafkan aku???”

Kini aku hanya bisa melihat sebuah gundukan tanah,sepasang batu nisan,sebuah taburan bunga,mungkin sekrang ini hanya daun-daun yang kering,dan tanah yang mengering.
                                   
Ingatan terakhirku,pada waktu itu aku sedang sekolah,tiba-tiba seorang guru memanggilku,cemas,takut,ia itu yang aku rasakan benar sebuah berita buruk datang,sesampainya dirumah beliau sudah tertutup sebuah kain,dan sebuah lilin kecil menyala disampingnya, apa yang aku lakukan aku hanya menangis ...menangis tanpa henti . tapi kini aku iklas dengan semua itu, aku sadar kematian itu selalu datang dan yang hidup pasti akan mati.


Inilah kisahku, dimana akau merasakan kehilangan nenek yang sangat aku sayangi, begitu pun yang terjadi dengan k’bisma saat ini, aku berharap nenek aku dan nenek k’bisma, dan orang-orang yang kita sayangi yang telah pergi meninggalkan kita, semoga mereka bahagia semoga mereka tenang disana, dan sebuah surga telah menjadi tempat tinggal mereka.
    
Jika aku mampu mengulang waktu,aku akan bahagiakan dirinya, jika waktu berputar kembali,aku takkan akan membantah perintahnya, jika waktu terulang kembali aku takkan pernah menyakitinya, aku akan selalu bersama, aku akan berikan senyum untuknya, aku takkan pernah biarkan sebutir air mata jatuh dari kelopak matanya dan jika Tuhan memberiku 2 pilihan aku yang akan mati atau nenekku, aku akan memilih AKU YANG AKAN MATI, namun itu semua jika, dan kenyataan yang ada sekarang aku telah kehilangan dirinya, dan waktu takkan pernah berputar kembali.

Kini kau telah pergi,dan taakkan pernah kembali,tinggalkan aku sendiri, didalam kesunyian ini, entah kapan ataupun nanti, aku harap kita bisa berjumpa kembalii.
                   
Selamat jalan nenekku ,selamat jalan nenek k’bisma
INI KISAH NYATAKU BUAT K’BISMA DAN SEMUA SAHABATKU DIPCCN INI, WALAU PUN MEREKA TELAH PERGI DAN MATI, NAMUN  MEREKA SELALU HIDUP DIHATI KITA.
Semoga semuanya mampu menangkap pesan yang ada disalam cerita ini. maaf ya kalau gak nyambung atau pun kekurang yang lainnya.

Oleh Farida

Catatan 2 Sisi Kesendirian

Wibi Alwi Surya Kuncoro 20.03.00 Add Comment
Catatan 2 Sisi Kesendirian-Guratan demi guratan, sedikit demi sedikit akan aku ulang kembali perjalanan panjang yang sudah lama aku nanti.  Kegagalan di masa lalu sudah aku lupakan dan kini aku punya kehidupan di masa yang akan datang dan akan aku ulang kembali menjadi keajaiban.

Tentang aku dan kehidupan
Bergerak, berjalan, berlari dari kehidupan ke kehidupan
Melihat, mendengar, merasakan perjalanan
Merindu, terdiam, dan berbicara dalam pikiran

Kehidupan adalah kehidupan
Kita mencari di tengah keramaian
Kita bersembunyi di sudut kegelapan
Air sungai mengalir melawati terang menuju kehampaan

Dan biarkan aku sejenak dengan kesendirian
Yang berbicara adalah hati dan pikiran
Yang merasa adalah jiwa yang tenang
Membiarkan semua ini berbisik, melantunkan

Kesendirian itu sepi
Menjadikannya dingin dan berkedinginan
Sesepi belantara hutan diantara pepohonan
Sedingin embun yang menetes di dedaunan

Dan biarkan aku sejenak dengan kesendirian ini
Tak ada siapa-siapa tak berarti tak ada kehidupan
Tak ada yang memegang tanganku
Dan aku hidup dalam kebebasanku

Setiap orang, mungkin pernah merasakan yang namanya kesendirian. Kesendirian ini adalah ketika kita merasakan bahwa tak ada yang menemani, entah dalam ruang kosong, bahkan pada keramaian sekalipun. Kesendirian ini, terkadang menyakitkan, atau bahkan membahagiakan.

Catatan 2 Sisi Kesendirian

Dalam kesendirian, kita dapat menemukan cerminan diri kita sendiri. Menemukan siapa kita sebenarnya, dan menjadi apa diri kita sebenarnya. Kita juga menemukan, tentang cap atau label dari orang lain yang sesuai dengan kita, maupun yang tidak sesuai dengan kita sendiri.

‘Saya seorang guru’, ‘saya seorang Sarjana’, ‘saya pelajar’ dll, menjadi tidak bermakna dan tidak berguna ketika berada dalam kesendirian. Status akademik maupun jabatan tidak berpengaruh, melainkan status diri kita sendiri. Sifat kita yang asli bagaimana, dan seperti apa.

Dalam kesendirian, pikiran-pikiran yang terpendam, justru dapat keluar dan teringat kembali seutuhnya. Keinginan-keinginan yang pernah ada, kembali muncul. Khususnya keinginan maupun pikiran yang baik. Ada kebahagiaan tersendiri, ketika kita ber-imajinasi tentang apa yang kita inginkan.

Kadang kita sendiri butuh waktu untuk menyelami dari suatu kesalahan yang ada, memikirkan langkah berikutnya setelah kita terjatuh. Kadang semuanya butuh proses yang sama sekali tidak gampang. Menyadari dan mengakui sebuah kesalahan dapat terjadi pun butuh sebuah keberanian. Sama sekali bukan hal yang mudah. Terutama jika kita mempunyai sikap yang arogan dan egoistik.


Kadang kita juga butuh waktu untuk memahami kehidupan yang sedang kita jalani. Hidup adalah pilihan. Pilihan yang harus diambil, adalah konsekuensi kita sendiri. Entah itu baik, atau buruk. Satu pilihan, bahkan bisa mengubah orang dalam waktu bertahun-tahun.

Hidup adalah cobaan. Tuhan menciptakan makhluk-Nya untuk hidup di dunia ini, tidak lain dan tidak bukan untuk diberi cobaan. Musibah atau rasa bahagia, itu merupakan cobaan. Dalam kesendirian, kita dapat memahami maksud dan arti dari cobaan yang diberikan kepada kita. Karena hidup harus dijalani dengan hati yang terbuka, dan menerima.

Kesendirian dapat mendekatkan diri kita dengan Tuhan yang menciptakan kita. Kita kadang suka melupakan Tuhan pada setiap hal. Di dalam kesendirian inilah, waktu yang tepat untuk mempererat hubungan kita sekaligus meminta kepada Tuhan.

Kadangkala, kesendirian ini menimbulkan rasa sakit. Ya, itu benar. Bagaimana rasanya, di tengah kerumunan, justru kita merasa sendiri karena merasa ditolak oleh lingkungan sekitar? Atau bagaimana rasanya ketika tidak ada teman yang menolong padahal saat kita bahagia, kita tolong?

Disinilah, kita merasakan kesendirian sebagai sebuah penyiksaan yang menyakitkan, namun membuat candu. Dalam kesendirian, muncul sakit hati. Memikirkan hal-hal yang buruk menimpa kita. Merasa dijauhi dan sebagainya.

Terkadang kesendirian melahirkan sebuah kebahagian. Kebahagian yang tak dimilki oleh mereka. Karena kita terbiasa bermain dan bercengkrama dengan kesendirian. Yang akan menghapus pelangi kesedihan…yang akan lahir nanti. 

Tapi inilah hidup. Kita butuh kesendirian. Kesendirian, dapat membahagiakan, maupun menyakitkan. Karena sesuatu di dunia ini, mempunyai 2 sisi. Maka, nikmatilah. 

Celotehku Hari Ini Part 2

Wibi Alwi Surya Kuncoro 19.37.00 Add Comment
Celotehku Hari Ini Part 2-Seperti biasanya, ketika mentari mulai merapat dari dasar laut menuju permukaan menepi untuk membubung ke langit. Saat semburat jingga memancar menyampaikan “SELAMAT PAGI”, saat itulah harapan, mimpi, dan do’a-do’a kembali terucap baru lagi. Harapan baru, mimpi baru, dan do’a-do’a baru.

Pagi ini, aku memulai pagi yang sedikit berbeda dari pagi-pagi 260 hari yang lalu, yang biasanya menyapa pagi dengan membuka dua jendela kecil yang bertengger di kerangka kusen kamar kostan, menyapa pagi dengan berjalan sedikit berlari kecil menaiki tangga kostan menjemur pakaian, menyapa pagi yang kemudian hanya dilanjutkan dengan setia menghuni kamar kostan sampai pakaian menjadi kering oleh teriknya matahari.

Celotehku Hari Ini Part 2

Pagi ini, aku memulai pagi yang sedikit berbeda dari pagi-pagi 260 hari yang lalu, tidak menyapanya dengan bunyi ‘krek” daun jendela yang sedikit berderit ketika dibuka, tidak menyapanya dengan kesetiaan menghuni kamar kostan sampai lambung mengirim sinyal-sinyal untuk dibasakan, namun hanya menyapa pagi dengan berjalan sedikit berlari menuruni tangga kostan mengambil air hangat untuk minum.

Pagi ini, aku memulai pagi yang sedikit berbeda dari pagi-pagi 260 hari yang lalu, pagi ini setelah menyapa pagi dengan berjalan sedikit berlari menuruni tangga kostan mengambil air hangat untuk minum, meneguknya dua tiga teguk, kemudian aku yang sudah berkemas-kemas sebelum shubuh tadi mulai menyandang tas dan berdandan ala anak kuliahan.

Celotehku Hari Ini Part 2

Semua tampak berbeda dan sangat berbeda, kata aku pulang tidak lagi seperti dulu, dulu yang selalu ada seseorang yang setia menunggu ketika sore datang. Memberi senyum, memperlakukanku bak sang raja. Ya itu 260 hari yang lalu. Sungguh aku merindukanya, namun kebaikan mu sudah tidak lagi aku jumpai, tak lagi aku rasa dan kunikmati. Terlintas kebaikan bidadari yang tak bisa aku balas dengan apa-apa.

Sudah aku tidak akan membahasnya lagi, aku akan membahas tentang hari ini, hari dimana aku mengerti akan kebaikan. Celotehku Hari ini masih tentang kehidupan, kehidupan dan kebaikan.

Dalam kehidupan, sebisa mungkin berbuat baik pada orang lain, mencari kesempatan membantu orang lain. Berikan kebaikan pada orang pandai maka orang pandai akan memberi keberuntungan, berikan kebaikan pada orang kecil maka orang kecil akan mengeluarkan tenaganya untuk membantu. Orang yang sering membantu orang lain dalam menghadapi kesulitan, bisa dengan mudah mendapat bantuan dari orang lain. Jangan sekali-kali melukai perasaan orang sebab seumpama belati mengiris tubuh, lukanya akan sembuh tapi bekas irisan belati itu akan tetap terlihat sampai kapanpun". 

Seperti itulah nasehat orang tua saya pada saya, dan saya rasa setiap orang tua mengajarkan hal itu pada setiap anak-anaknya meski dengan bahasa yang berbeda.

Saya terkadang merenung terhadap beberapa kejadian-kejadian di lingkungan saya, lantas timbul sebuah pertanyaan.... Apa yang salah  ??

Hidup itu memang tidak mudah, perlu perjuangan, kerja keras dan mental baja....saat kita bertemu dengan orang yang mempunyai perasaan dan hati nurani, betapa bahagianya, tetapi saat kita bertemu dengan orang yang tidak mempunyai perasaan dan hati nurani maka saat itu kita sedang belajar tentang sebuah arti ketulusan, keikhlasan dan belajar tentang ketangguhan hidup.

Tapi perlu diingat bahwa setiap manusia punya keterbatasan dan punya air mata. Terkadang kita memandang kehidupan seseorang dari kulit luar seseorang saja, atau kita hanya mendapat informasi dari beberapa orang lantas kita mengambil sebuah kesimpulan membencinya, cobalah masuk kedalam diri orang tersebut, hapus rasa EGO, perlakukan ia sebagai anak, teman atau sahabat, niscaya akan kita temukan sesuatu yang sangat berarti...Perlakukan setiap manusia layaknya sebagai manusia, hargai dia, bantu dia, jangan celakai dia, jangan semena-mena, sebab jika dikembalikan pada diri kita, bukankah itu sangat menyakitkan ? berbuat baiklah pada sesama niscaya orang itu akan mengingat kebaikan kita sampai kapanpun, sebaliknya,  sampai kapan pun orang akan mengingat setiap keburukan sifat kita.

Orang baik senantiasa mendapat do'a agar selalu berada dalam Ridho-NYA, bahkan sering kita mendengar ada orang yang mengorbankan Nyawanya hanya untuk menolong seorang yang baik.

Setidaknya Tuhan melihat dan mencatat setiap do'a dari orang atas kebaikan yang kita perbuat, pun sebaliknya, Tuhan akan memberikan balasan atas segala keburukan yang kita perbuat, terlebih do'a dari orang-orang yang terianiaya.

Setiap manusia  memiliki porsi problematika hidup, kesedihan, kegundahan, kesakitan, kesempitan, dan juga kebahagiaannya masing-masing.

Mencari solusi dalam problematika hidup mungkin tak ubahnya dengan upaya mengeluarkan sesuatu yang kita inginkan dari dalam lubang yang dalam dan gelap. Butuh cara bijaksana agar yang kita inginkan bisa kita dapatkan dengan mudah.

Sayangnya, tak semua kita mampu bijaksana menyikapi lubang problematika hidup tersebut. Tak banyak yang memahami bahwa mencari solusi dari masalah tidak melulu dengan upaya ingin mendapatkan sesuatu. Tapi justru dengan semangat memberi. Dari memberi itulah, ia mendapatkan sesuatu yang diinginkan.

Kita Selalu punya pilihan tiap hari. Tinggal kita memilih, memulai niat baik yang kemarin, ataukah menunggu dan mendapatkan rasa penyesalan besok. Kumpulkanlah kesalahan saat ini, karena kelak kumpulan kesalahan yang bernama pengalaman itu akan membawamu kepada puncak ke suksesan dan yang terpenting perlakukanlah setiap orang dengan kebaikan hati dan rasa hormat yang tulus, meski mereka berlaku buruk padamu. lngatlah bahwa penghargaan pada orang lain bukan karena siapa mereka, tapi karena siapakah dirimu. Seperti itulah celotehku hari ini jika aku rasa dan aku pahami Tuhan sebenarnya tengah bermain catur dengan kehidupan kita. Dia menggerakkan bidak-bidaknya bernama tantangan, cobaan dan godaan, kemudian duduk kembali melihat reaksi kita. Jadi buatlah langkah terbaik sebelum Tuhan memberi kita Skak Mat.

Celoteh Ku Hari Ini Part 1

Wibi Alwi Surya Kuncoro 19.26.00 Add Comment
Celoteh Ku Hari Ini Part 1-Entahlah apa yang mau kutulis. Sebuah kisah atau sebuah cerita atau apalah. ini cuma gusaran hati yang selalu ingin kuledakkan di kepalaku. ketidak jelasan dalam diri dan ketidak pahaman akan diri. kehidupan ? mudah mungkin, sulit mungkin dan ya mungkin itu yang aku maksud. ini cerita soal kehidupan atau mungkin bisa kusebut sebagai dongeng kekanak-kanakan. Aku gak tau apa yang ingin aku ceritakan atau apa yang ingin kutuliskan. Aku hanya menempelkan ke 10 jari ku pada keyboard Laptop ini, berharap ada inspirasi yang keluar dari tulisan ini. Ya mungkin orang lain yang membacanya akan merasa bosan dengan tulisanku ini, tapi aku terus mencoba untuk mengetikkan tombol-tombol keyboadr apapun yang kutulis ku berusaha menuliskan apa yang ada didalam kepalaku ini.

Celoteh Ku Hari Ini Part One

A,,OOOO,,,SSEDTTDGHJCG, kau ini sedang menulis apa sich, GAJEBOOO banget ? mungkin itu kritikan orang-orang yang membaca tulisan ini… biarlah,, aku hanya mencoba menuliskan apa yang ada di pikiranku saat ini. Terima kasih karena telah memberikan masukkan. i am not writer but i want flood up my head.. cieh,, gue ngomong pake bahasa melayuuu parah bangettt….ckckckckck

yupp !!!belajar mencari sebab dan mencari akibat,, banyak orang mengira aku orang sakit jiwa terkadang aku bersikap aneh dan terkadang aku bersikap tak wajar bahkan terkadang aku bersikap sesuai dengan apa yang ada didalam hatiku menjadi pribadi yang terbaik.

Sesuatu yah ???
hahahaahahhahah itu ocehan ku di hari ini.
Sesuatu yang kan kutuliskan di hari depan mungkin bisa menjadi sesuatu banget bagi diriku, ya karna aku lemah soal ilmu aku lemah soal pengalaman aku lemah soal teori dan aku lemah soal semua hal,, itu penilaianku terhadap diriku sendiri, tapi semua hal ini akan aku coba rubah menjadi sesuatu.

Sesuatu yang sangat berharga bagi hidupku sesuatu yang berharga bagi kehidupanku. Dengan belajar menulis mungkin aku bisa menjadikan hidupku lebih terarah dan bisa menjadi semakin dewasa.

Umurku sudah cukup tua dibandingkan teman-teman yang selalu bersamaku.  Tapi sikapku dan sifatku seperti anak TK yang benar-benar polos.

Aku masih tak mengerti ….ku coba melangkah selangkah demi selangkah mengarahkan hidupku menjadi pribadi yang tanggung.. well, kata orang karena Pribadiku jauh dari Tuhan. oke aku terima saranmu,, aku sadar karena aku memang bukan seorang pemuda seperti itu, aku hanya pemuda yang tak tau bagaimana berterima kasih dan tak tau bagaimana menjadikan hidupku sebagai sesuatu yang bermanfaat.

Tapi aku selalu meyakinkan diriku, kalo aku punya tujuan hidup, tujuan hidup yang selalu membuatku tersadar, selalu membuatku terasa terikat akan diriku sendiri..jari-jariku mulai lemas untuk terus mengetikkan sesuatu, dan, aku berhenti menulis dulu untuk saat ini, namun kenapa rasa ku dan keinginanku mulai membanjiri isi kepala ini. Ouhhhhhhhhhh tidakkk...jari-jariku mulai mengetikan sesuatu yang mengikuti isi hati dan irama dalam otak..sangat cepat dan lebih cepat bahkan tak tentu mengetikan tombol-tombol yang mulai rusak aku tekan-tekan dengan keras dan cepat. STOOPPPP....perintahku kepada jari..STOPP pintaku pada hati..STOPP inginku dan STOPP mauku.Habis sudah kata ini, habis sungguh memang benar-benar habis kesabaranku, yang mulai kesal dengan diri sendiri. Hela dan hembusan nafas panjangku terasa disetiap jari-jari yang masih mengetikan sesutu di atas keyboard yang bermaksud ingin menghentikan aktivitas ini. tapi mengapa belum juga aku berhenti mengetikkan sesuatu.

Dinggg...Dung...bunyii Ponsel disampingku...males aku liat, tetap konsent di ketikan jari-jari ku..sebentar aku penasaran dengan bunyi ponsel tadi, aku liat dulu ya....PING...isi dari pesan tersebut.. wah GAJEBO juga ne orang, ahh diamkan saja, tunggu sebentar,  aku balas dulu "PONK" ketiku di ponsel...Kata-katanya pendek setelah pesan pertama tadi, "SHOLAT" isi dari balasan ke dua ...diam..diam..sepi..dan hening, ku robohkan badanku di tempat tidurku..ku pandangi langit-langit kamar, kupejamkan mata dan zzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzz....nyenyak, pulas aku tertidur.

Nada sambung ponsel berbunyi keras, membangunkan tidurku yang entah sedari kapan aku tertidur. Se bodo amat ahhhhh masih ngantuk" pikirku ". Tidur lagi aja....!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! Tunggu dulu, jam berapa ini? ouuuhhhhh tidakkk, sudah waktunya aku mandi dan berangkat kerja.....Ponsel masih masih saja bunyi tanpa aku pedulikan ku buka baju dan bergegas mandi......#sensor ya..wkwkwkwkwkwkKucel, dekil sekali baju ini, tak apalah yang terpenting masih layak pakai"pikirku"...20,30 menit lagi kalo tak buru-buru habislah aku diusir security...Ojek mana ojek...!!!!! Pintu kamar sudah terkunci rapat, langkah kaki panjangku menuju jalan beraspal saja sudah makan waktu 15 menit, masih ada sisa waktu 5 menit lagi..Ojek patas ada tidak ya..ahahahaha....Bunyi motor keras dari seberang langsung menghapiri ku yang memang sudah tau keberadaan ku berjalan mencari ojek. Warna Hijau pekat, dengan pengemudi setengah baya menawari ku ojek, tanpa melirik ataupun melihat motor yang dikendarainya aku pun bergegas naik dibelakangnya. Wah ternyata ada ya tukang ojek patas pikirku melamun sambil masuk ke area tempat kerja. Ahhh tak usah dipikir, yang terpenting aku tak diusir security berkat bapak ojek dengan motor KAWASAKI NINJA RR 250 CC nya...hahahahahaha

Itulah sedikit celotehanku hari ini, mungkin bagi sobat ini tulisan tidak bermutu atau apalah namun itulah adanya yang ada di pikiran saya saat ini. Semoga bermanfaat.

Nanti Pada Suatu Pagi

Wibi Alwi Surya Kuncoro 17.24.00 Add Comment
Nanti pada suatu pagi di beranda rumah yang sederhana, tempat kita berbagi senyum di sepanjang hari, bersama kopi yang kusuka dan teh yang kau cinta, kita akan duduk bersama menghabiskan banyak waktu disana. Membagi segala yang kita punya, atau lebih tepatnya, menikmati segala yang kita punya, karena kenapa pula harus dibagi? Bukankah apa yang milikku, itu juga berarti milikmu.

Ada taman kecil di halaman rumah yang juga kecil -bunga, buah, sayur- apapun isinya, yang indah dan hijau. Ditengahnya air mancur yang membawa gemericik damai, berisi ikan-ikan kecil kesukaanmu. Kau bertanya dimana nanti ikan kesukaanku? Ah, kesukaanmu nanti juga kesukaanku (semoga).


Dan ini nanti yang akan paling kau suka, anak-anak kecil berlarian di dalam taman kecil kita. Kian kesana-kemari mengumbar tawa, menjadi cahaya mata untuk kita bersama. Menjadi pengusir sepi kala kita duduk bersama di beranda. Menjadi sumber segala riang di dalam rumah sederhana kita yang kecil.
“Akankah terbersit sesal di dirimu karena tlah memilih hidup denganku? Pernahkah kau menyesal dengan semua ini?”
Aku akan selalu menanyakan ini untuk kesekian kalinya kepadamu, dengan pertanyaan yang sama. Bukan untuk membuat kau bosan. Tapi sekedar ingin mendengar jawabanmu saja, yang selalu bisa membuatku teduh dan nyaman. Karena aku sebenarnya sudah tahu pasti, setiap rinci kalimat jawaban yang akan kau ucapkan atas pertanyaan ini. Aku hanya ingin mendengar lagi dan lagi, jawaban indahmu itu, yang membuatku kecanduan.

Kemudian setelah tunai jawabanmu, kau akan tersenyum. Hanya tersenyum. Senyum yang dari dulu, entah sejak kapan mulanya aku sendiri lupa, membuat diriku luluh tak berdaya. Membuat aku berkali-kali, lagi dan lagi, jatuh hati padamu.

Dan dari kejauhan, atau mungkin dari dalam rumah kecil kita yang sederhana itu, mengalun lembut lagu kesukaanmu. Kesukaanmu, berarti itu juga lagu kesukaanku kan? Lagu yang selalu kau nyanyikan saat di dapur, di kamar, di ruang keluarga, di beranda, dan dimanapun dirimu. Lagu itu selalu terdendangkan dari bibirmu, lagi dan lagi. Beruntunglah aku, suaramu begitu merdu. What A Wonderfull World  benar-benar mengalun menjadi lagu dan menjadi cerita, What A Wonderfull World.

Jangan Bersedih Biarkan Yang Berlalu

Wibi Alwi Surya Kuncoro 17.10.00 Add Comment
Jangan Bersedih Biarkan Yang Berlalu-Orang yang mengenang masa lalu, kemudian bersedih atas kegagalan didalalmnya merupakan tindakan bodoh dan gila. ĪŦƱ, sama saja artinya dengan membunuh semangat, memupuskan tekad dan mengubur masa depan yang belum terjadi. Bagi orang yang berfikir, berkas-berkas masa lalu akan dilipat dan tidak akan pernah dilihat kembali. Cukup ϑï tutup rapat-rapat, lalu disimpan dalam ruang penglupaan, diikat dengan tali yang kuat dalam penjara pengacuhan selamanya atau diletakan ϑï ruang yang tak tertembus cahaya. Karena masa lalu sudah berlalu dan habis. Kesedihan tidak akan mampu mengembalikanya Lɑƍί, keresahan tidak akan sanggup memperbaikinya, kegundahan tidak mampu merubahnya menjadi terang dan kegalauan tidak akan menghidupkan kembali, karna memang ia sudah tidak Ά̲̣̥ϑά̲̣̥. JªΩgªªªn pernah hidup dalam mimpi buruk masa lalu, atau dibawah payung gelap masa silam. Selamatkan diri anda dari bayangan masa lalu. Apakah anda ingin mengembalikan air sungai ke hulu, matahari ketempatnya terbit, seorok bayi kedalam perut ibunya dan air mata kekelopak mata. Orang yang berusaha kembali ke masa lalu tak ubahnya orang yang menumbuk tepung atau orang yang menggergaji serbuk kayu.


Sesungguhnya kehidupan tidak pernah sepi dari berbagai bencana, kesedihan, dan ujian. Jika ingin melanjutkan perjalanan, Kita harus menaiki kendaraan harapan dan keridhaan. Harapan dan cita-cita, keridhaan, kecintaan, serta ketenangan jiwa, merupakan buah yang nikmat dari tanaman akidah di dalam jiwa seseorang dan simpanan yang tidak akan habis penyuplaianya untuk pertarungan kehidupan. Pertarungan yang lama masanya, banyak bebanya, serta dipenuhi dengan berbagai bahaya dan kesulitan.Betapa banyak pekerjaanya yang gagal harapanya yang lenyap, kekasihnya yang meninggal, badanya yang sakit, hartanya yang hilang, dan hal-hal lainya yang membuat sungai kehidupan menjadi melimpah. Seorang penyair mengambarkan "dunia diciptakan dalam keadaan keruh, namun engkau menginginkanya...suci dari berbagai kepedihan dan kekeruhan, Beban hari-hari bertentangan dan tabiatnya yang menginginkan percikan api di dalam air".
  1. Jangan bersedih Sesungguhnya kesabaran itu adalah kunci kehidupan.
  2. Jangan bersedih sesungguhnya masa-masa kegelapan malam adalah masa yang mendahului fajar.
  3. Jangan bersedih sesungguhnya bersama kesusahan ada kemudahan dan bersama kesusahan ada kelonggaran.
  4. Jangan Bersedih sesungguhnya ujian-ujian dan musibah-musibah itu bisa menghapuskan dosa-dosa dan kesalahan-kesalahan, meninggikan derajat dan mengingatkan dari berbagai kelalaian.
  5. Jangan Bersedih sesungguhnya Tuhan tidak memilih bagimu kecuali kebaikan.
  6. Jangan Bersedih Sesungguhnya Tuhan menyayangimu melebihi kasih sayang seorang ibu terhadap bayinya.
  7. Jangan bersedih sesungguhnya kebahagiaan orang zalim tidak akan abadi.
  8. Jangan bersedih sesungguhnya kesedihan adalah awan yang akan hilang dan lenyap.
  9. Jangan bersedih sesungguhnya penyakit itu bisa hilang, musibah itu bisa lenyap, dosa itu akan diampuni, hutang itu akan dibayar, orang yang dipenjara itu akan dibebaskan, orang yang hilang itu akan datang, orang yang bermaksiat itu akan bertaubat dan orang fakir itu akan kaya.
  10. Jangan bersedih tidakkah kita menyaksikan bagaimana awan hitam tersingkap, bagaimana malam yang gelap menjadi terang, angin kencang menjadi tenang dan badai menjadi reda? Begitu juga dengan dirimu, Musibah-musibahmu akan berubah akan menjadi kesejahteraan. Kehidupanmu akan berubah menjadi tenang dan masa depanmu akan berubah menjadi kenikmatan.
  11. Jangan bersedih teriknya matahari akan dipadamkan oleh hijaunya tumbuh-tumbuhan, dahaga didinginkan oleh air sejuk, gigitan kelaparan ditenangkan oleh sepotong roti, kepedihan begadang diikuti oleh tidur yang nikmat, dan pedihnya sakit dihilangkan oleh nikmatnya kesehatan. Maka tidak ada yang perlu kita lakukan kecuali bersabar dan menunggu sejenak.
  12. Jika kita mengetahui kadar dunia di bandingkan dengan akhirat, maka jangan pernah bersedih apabila semua dunia ini hilang. Sebab, dunia ini hanyalah tempat yang menipu dan tidak sepadan disisi Tuhan dengan sehelai sayap nyamukpun. Jika dunia ini sepadan dengan sehelai nyamuk tentu Tuhan tidak akan pernah memberi minum orang kafir meski hanya seteguk air saja.
Janganlah kita bersedih karena musibah yang menimpa. Jauhkan pikiran keluh kesah dari dirimu karena itu hanya akan mengembalikan kepada kita lembaran-lembaran kesedihan yang telah ditutup semenjak bertahun-tahun. Jangan kita berkeluh kesah ketika tertimpa krisis walau pun kecil. Akan tetapi, tabah dan bersabarlah agar krisis-krisis itu menjadi ringan. 
"KETAHUILAH BAHWA KEBEBASAN ITU TIDAK ADA KECUALI KETIKA LANGKAH PERTAMAMU DI SURGA"

Aku Terjatuh Dan Terus Terjatuh Lagi

Wibi Alwi Surya Kuncoro 18.50.00 Add Comment
Aku Terjatuh Dan Terus Terjatuh Lagi-Kisah ini dikirim dari sobat kita, Sebut saja Amelz. Kisah Cinta yang dibilang cukup menyedihkan..hihi, Mari kita simak bersama-sama.

Aku Terjatuh Dan Terus Terjatuh Lagi

Ku harus pergi meninggalkan kamu yang telah sakiti aku,, .Penggalan lirik lagu judika.. Bukan Dia Tapi Aku. Cinta inih mungkin tak akan pernah salah.. cinta bisa membuat kita bahagia tetapi  bisa membuat kita lupa akan segala nya....

Aku Terjatuh Dan Terus Terjatuh Lagi

Mungkin aku hanya sebagian segilintir orang yang kecewa akan cinta itu.. cinta itu sakit sangat sakit.. Suatu hubungan yang lama pun tidak menjamin kita akan bahagia karena cinta,, sebut saja hubungan dengan si R kita sudah berpacaran 5 Tahun lama nya..tetapi itu tak akan menjamin kita bahagia bersama nya,,

dan hubungan tuh harus retak dan akhirnya berpisah karena orang ke 3.. mungkin awal nya memang salah ku.. ku harus pindah ke luar kota yang ku anggap kita tak akan mungkin bisa LDR.. Ego ku sangat besar untuk tidak bisa terus bersama nya.. tetapi ak harus tegas.. ku pegang prinsip ku untuk terus pindah keluar kota demi ke dua orang tua ku.. demi cinta-cita ku untuk bahagiakan mereka.. ku lepas cinta ku demi mencari suatu kebahagiaan.. Kebahagian Harta ternyata tak selama nya kita akan bahagia . justru akan terus menjadi boomerang buat kita. 

Hingga akhir nya penyesalan pun datang.. tersadar kalau semua nih salah.. ku tebus salah ku untuk nekat pualang ke kampung setahun kemudian.. tetapi semua terlambat.. dia sudah milik orang lain..  kutelan sakit ku untuk kecewa yang begitu mendalam. ku balikan cincin dari nya,, dan ku kubur cincin kita  di tempat kenangan anatara ak dan dia,, ku pulang ke jakarta dengan rasa sangat menyesal... Menyesal pun tak akan ada arti nya,, dia sudah milik orang laen ,, dan ku ikhlas kan dia bahagia... ku tutup lembar cerita cinta ku.. ku tutup hati ku dengan cinta yang laen,

Tetapi di tengah rasa kecewa ku,, ku temukan sosok cinta yang baru si B. dia ajarkan ak untuk terus tetap tegar tetap kuat mesti ku harus menelan sakit ku karena cinta yang dulu,, tetapi perjalanan cinta ku tak pernah mulus.. dia sangat sibuk dengan kuliah nya dan jarak antara kami lumayan jauh,,, dan akhir nya kita berpisah begitu saja tanpa sebab tanpa alesan yang pasti.. dan ku harus merasakan sakit tuh lagi.. lagi dan lagii,,,,,

Dan seiringan nya waktu kesendirian ku.. seorang security mall menarik perhatian ku. lelaki tengil. penyayang dan juga perhatian,, seorang lelaki yang di sukai teman sekamar kos ku.. perkenalan kita secara tak sengaja karna keisengan teman ku yg mungkin kesal dia tak bisa mendapatkan nya.. justru berbalik arah lelaki tuh menjadi menyukai ku.. menyukai gadis seperti aku,, dengan sifat ku yang keras, ego ku yang tinggi mampu membuatku luluh untuk menjadi berubah dari cuek menjadi menyayangi nya.. tetapi seiringan nya waktu dia mulai memperlihatkan sifat kasar nya , sifat arogan nya,, dan berani memukulku hanya karena dia cemburu yang tak masuk akal.. semua di cemburuin nya.. smapai membuat nya membabi buta terus dan terus memukulku,, samapi akhir nya ku tak tahan lagi,,, aku nih pasangan na bukan sarung tinju nya,,, dengan kesal diam- diam ku pindah kerja di luarkota.. hingga suatu hari dia mulai menghubungiku lagi.. dia ingin meminta maav atas semua kelakuan nya.. dan dia mulai mengajak ku ketemu,,, tetapi dia tak juga datang,, detik ,,, menit,,, sampai berjam-jam dia tak juga datang... sampai sore hari hp ku berbunyi,, ku berharap dia yng menelpon ku,, tetapi seorang polisi ku yang mengabari ku kalu dia tertangkap polisi,,, rasa ku bercampur aduk hingga akhir nya ku datangi dia ke sell keesokan akhirnya,, ternyata benar dia ada.. dia menangis memohon ampun karena kesalahan na ,,, yg pernah dia lakukan kepda ku,, tetapi ku harus menerima kenyataan pahit bahwa orang tua ku bahkan melarangku untuk berhubungan lagi dengan dia.... ku tutup cerita cinta ku dengan dia,,, dn akhir na ku ganti nomer.

Setahun aku memutuskan untuk sendiri dan tak ada niat sedikit pun ak untuk mulai membuka hati utk yang laen.. cukup sakit yg harus ak rasakan dan ku memutus kan utk berteman dengan siapa saja , berhubungan tanpa ku rasakan cinta..
akhir nya cinta ku mulai menggebu-gebu lagi... seoang lelaki perhatian , penyayang,,, kenal dia suatu anugrah terindah dalam hidup ku lagi,, ku rasakan cinta tuh datang lagi,,, yang ku anggap mampu menyembuhkan luka ku selama neh.. seorang lelaki dari kota pekanbaru.. dia datang ke jakarta hanya utk menemui ku,, ku tantang dia utk datang , dengan rasa takutku , trauma ku akan cinta ,, dia buktikan untuk terbang ke jakarta .. rasa kaget yang tak terkira.. senang ,, haru menjadi suatu persaaan yng sangat bercampur aduk


Kota Tua,,, 16 July 2013

kota tua jakarta


Pertama kali ku melihatnya, menyentuhkan nya, memeluk nya, akhir nya rindu nih terobati setealah kita LDR  selama 2 bln. akhir nya kita bisa bersama-sama lagi... mungkin kata orang setiap ada dia selalu ada aku. dia tak pernah memprotes ku selalu ada ak di samping nya, hingga aku bertanya " apa kamu tidak akan merasa bosan nanti nya klo terus kemana-mana bersama ?". kata ku . 
jawab nya sangat simple . " tidak, aku justru bahagia bisa berada selalu di sampingmu, selalu menjadi rumah dalam setiap keluh kesah mu, ak sangat menyayangi mu, tak mungkin ku bosan .'' kata nya . ku balas hanya dengan senyuman manja..

Hubungan kami terus berjalan sangat romantis,, siapa yang tak bahagia memiliki kekasih seperti dia ? dia sangat memanjakan ku dengan perhatian- perhatian nya,, dia yang sll membiasakan ku dengan perhatian yang begitu berlebihan,, tetapi semua tuh menjadi berbalik ke aku.. aku seorang gadis yang keras kepala, yang egois , tetapi dia selalu sbar menghadapi ku.. sabar dan mampu menenangkan ku di saat ak marah,,, Hokben adalah senjata dia utk membuat ku senyum lagi.. ahh dasaar lelaki :). tetapi aku sngat menyayangi nyaa...

Tapi seiringan nya waktu dia mulai berubah,, semenjak kedatangan sodara nya dari kampung datang.. dan dia mulai memiliki bnyak teman... seakan akan dia mulai mengacuhkan ku.. menghiraukan ku dan mulai pergi menjauh meningglkan ku...ini seperti mimpi buruk buat ku.. dia mulai melupakan ku di saat dia sudah mulai punya segala nya.. uang banyak,, teman banyak,, dan dia utk melihatku tak sudi lagi... secepat itukah kau melupakan ku....tak ingat kau siapa yang selalu ada buat mu di saat kau terpuruk,, di saat kau sakit,,, ak selalu ada di belkang mu untuk terus mendukung mu.. menyayangi mu setulus hati ku... kau meninggalkan ku hanya mengharapkan cinta dari wanita lain.. wanita lain yang belum tentu bisa menjadi selimut mu di saat kamu sakit,, menjadi rumah mu di saat kau terpuruk,,, ku tau semua nih slah ku.. semua karena sifat egois ku.. bukan kah ku sudah pernah bilang seperti apah aku.. kenapa sekarang menjadi suatu alesan buat kau menyakiti ku.... 
ku hanya bisa terus berdoa kepada Tuhan... Tuhan aku hanya ingin di beri kekuatan besar untuk melewati semua nih.. sendiri,, sendiri sendiri.....  ku ikhlas menanggung semua nih sendiri,, tanpa kamu! terima kasih mungkin kau akan menjadi yang terakhir sampai akhir nya ku temukan cinta yang suci... yaitu PERNIKAHAN !

Dikirim Oleh Melinda Ayu Oktaviani
Facebook : https://www.facebook.com/amelz.dlasspega

Mimpi, Khayalan Dan Imajinasi

Wibi Alwi Surya Kuncoro 07.32.00 Add Comment
Mimpi, Khayalan Dan Imajinasi-Setelah absen beberapa hari dalam menulis, kini saatnya saya berekspresi dalam menulis, mengingat catatan yang sebelumnya saya tulis tentang Menikmati secangkir Kopi Dan Sunrise Di Gunung Sindoro dan catatan motivasi-Bosan, Pemalas Dan Tuhan. Pada kesempatan kali ini saya akan melanjutkan tulisan-tulisan Inspiratif agar memotivasi kita untuk bergerak maju bukan untuk bergerak mundur.

Terkadang kita sebagai manusia biasa tak luput dari salah dan lupa. Terlupa akan hal-hal yang sebenarnya penting di hidup kita. Termasuk Melupakan sebuah Mimpi. Ingatkah Anda pada saat berusia 5 atau 6 tahun?? Saat tetangga atau teman dari ayah Anda bertanya. Kalau udah gede, kamu mau jadi apa? Dengan sigapnya Anda menjawab. Saya ingin menjadi dokter (atau apapun keinginan Anda saat itu). Keinginan itu Anda ucapkan dengan penuh rasa sungguh bahwa kelak di kemudian hari Anda akan dapat mewujudkannya.

Akan tetapi, seiring dengan berjalannya waktu. Masa kecil yang penuh dengan kesenangan, ketulusan, dan kesungguhan itu perlahan-lahan mulai berubah. Kesungguhan untuk menggapai cita-cita mulai terkikis. Entah apa sebabnya. Mungkin saja terlalu banyak terjangkit virus. VIRUS EBOLA, mungkin salah satunya.

E: Emangnya gue pikirin
B: Biasa-biasa saja (Tidak mau mendahsyatkan diri)
O: Ooooaahhmmm Tidur melulu (maksa banget ya...%*#!!???)
L: Lupa ibadah
A: Antusias bermaksiat.

Hati-hati dengan virus tersebut. Virus ini akan sangat mudah tersebar. Lebih parah dari penyakit flu. Sekali bersin langsung terinfeksi, itu flu. Tp, kalau yang satu ini, sekali mata terkedip, langsung lumpuh.
(hahahaha...ga jelas kan??? Saya saja yang menulis masih bingung..)

Seandainya saja jadwal kehidupan dan kematian bisa ditebak ataupun ku ketahui sebelum kujalani kenyataannya. Tentu, pasti kupilih yang terbaik, kuhindari ataupun langsung kusingkirkan jika itu memang terburuk untukku.

Jika begitu kenyataannya, kurasa hidupku pasti akan aman, lancar, dan bersenang-senang terus-menerus. Ini dia... Ini baru yang namanya hidup impian.

“Hidup impian ?.”

“Ah… Rasanya ingin sekali seperti itu, tapi mungkin ini akan terjadi nanti…” ”Nanti ?.”

”Ah…masih lama juga kedengarannya.”

”Sampai kapan ?.”

”Ah… kenapa kau tanya, tentu aku tak’ tahu. Memangnya aku TUHAN.  Bukankah itu adalah rahasia ALLAH bukan ?.”

Jika bisa ku ketahui jalan hidupku, kurasa aku akan cepat mengalami kejenuhan.

”Bagaimana tidak ?.”

”Setiap waktu kuhabiskan dengan bersenang-senang, tetapi kesulitan hanya terbentuk dalam sebuah kata namun itu tidak nyata. Jika pun itu terjadi, pasti itu bukan sesungguhnya kehidupan. Kehidupan sesungguhnya adalah suatu keharusan untuk menerima takdir, menerima takdir berarti menjalani kehidupan dengan ikhlas, dan dengan ikhlas semua zat-zat positif akan lebih produktif dari pada negatif. Dengan itu, emm…. kupikir kehidupan yang dijalani akan jauh lebih baik bukan ?.”

Kesimpulannya, menerima dan menjalani dengan ikhlas suatu kehidupan yang sudah dikehendaki-Nya adalah pilihan yang terbaik dan paling bijaksana, kurasa seperti itu. Tetapi di satu sisi, sesungguhnya hal itu paling sulit untuk dilakukan.

“Apa aku menerima takdir ?”.

”Tentu saja. Ya..... Aku menerima takdir”. Tetapi tidak untuk ini….”

”(Maksudnya apa ?.)”. Pasti kata tanya itu yang langsung ada di pikiran kawan bukan saat ini ?.

Namun, ini bukan statement pembangkangan, mungkin kedengarannya ya, karena subject dari awal kalimat itu pernyataannya ’tetapi’. Karena alasannya sederhana saja, aku bukan pembangkang, apalagi ini menyangkut persoalan agama.

Bukankah agama mengajarkan untuk menjemput kesuksesan yang sudah digariskan-Nya itu. Aku menerima takdir, tetapi tidak untuk ini… Untuk begitu saja mau menerima sepenuhnya. Karena merubah kehidupan untuk jadi lebih baik dan lebih baik lagi—begitu seterusnya adalah suatu keharusan bukan ?.

Ah... rasanya terdengar seperti kurang puas dengan kehidupan yang kujalani sekarang, tetapi bukan begitu maksudku.

”Kawan tentu paham bukan maksudku ?.”

Karena jika hanya memasrahkan diri dengan takdir, tanpa berusaha untuk melakukan suatu apapun untuk menjadikan mimpi-mimpi itu nyata adalah sebuah ke-maha-tololan, dan itu pasti ke-maha-tololan nomor 1. Itu pendapatku.

Jika aku sebut mimpi, khayalan, dan imajinasi, memang… Kuakui mereka tak hanya sekedar mempengaruhiku, tetapi mereka itu intinya, pusatnya, induknya, dan biang keroknya, kurasa kata yang terakhir itu lebih tepat, lebih mewakili mungkin. Ya…mereka yang t’lah ‘mencuci otakku’ hingga jadi demikian adanya, jadi seperti ini. Atau mungkin ada benarnya juga isi dari beberapa buku ’kumpulan binatang itu’.

..........’Shio ular berkepala sapi’  adalah seorang pemimpi kelas ’tinggi’ dan bukan kelas Teri.

Mereka juga yang membuat aku berani untuk jadi pemimpi, pengkhayal, pengimajinasi, setelah ini kawan akan kuberitahu. Tetapi mungkin, memang agak sedikit gila, kedengarannya. Jikalau di luar sana ada seseorang ataupun banyak sekalipun mengatakan….

“Kau sudah gila ?...”.

Pasti kujawab dengan “Ya…aku memang sudah gila”.

Kawan tahu, kenapa aku ‘gila’ ?.

Bayangkan, terkadang jika mobil mewah melintas didepanku bak model seksi yang sedang beraksi di atas catwalk, langsung cukup kukatakan dalam hati...

“Nanti kubeli mobil yang jauh lebih hebat dari itu”. Kenyataannya sekarang, tidak bisa.

Jika ada rumah mewah kulewati.

“Nanti kudapatkan rumah jauh lebih besar dan jauh lebih luas dari itu”. Kenyataannya sekarang, tidak bisa.

Jika keindahan sesuatu hal atau apapun itu yang berada di dalam sebuah negara dan bentuk kesucian dari agama membuatku memikirkannya, langsung kukatakan.

“Heeeyy….Lihat, nanti akan ku kunjungi negaramu dengan kuboyong kedua orangtuaku kesana”. Kenyataannya sekarang, apalah dayaku, tidak bisa juga.

Jadi sekarang, kiranya pertanyaan apa yang pantas untukku. Mungkin seperti ini…

“Kau sekarang bisa apa ?”.

“Aku sekarang hanya bisa jadi pemimpi, pengkhayal, dan pengimajinasi, itu saja…”.

Mungkin, memang terdengar agak menjijikkan. Terlalu banyak berkhayal, tentu tidak bagus bukan ?.

Tapi perlu kawan ketahui, bahwa semua ini memang benar adanya dan bukan hanya basa-basi belaka. Bukankah di dalam hidup sudah terlalu banyak basa-basi, jadi tak’ bagus juga menambah basa-basi di dalam kehidupan ini.

“Kau nanti bisa apa ?”.

“Ya…aku nanti bisa mendapatkan semuanya”.

“Apa itu pasti dan apa kau yakin dengan ucapanmu itu  ?.

“Ya… aku yakin sekali”.

Sesungguhnya yang paling kutahu, mimpi yang sangat kuat adalah awal dari keberhasilan untuk meraihnya, walaupun itu hanya baru dimulai dengan setitik. Meskipun begitu, memulainya dengan setitik adalah sesuatu hal yang terpenting. Dengan modal setitik pula, pada akhirnya jalan-jalan yang sebelumnya tertutup pasti akan terbuka. Namun yang pasti, semua itu perlu waktu. Dan aku akan menunggu sampai waktu itu terjadi dan membawaku untuk berjalan diatas jalan yang selama ini aku inginkan. Dan tentunya juga, aku takkan berdiam diri hanya dengan menunggu, karna aku pasti melakukan sesuatu untuk mewujudkan jalan-jalanku sendiri yang mulai kurintis saat ini.

Karna berani bermimpi berarti berani menantang hidup, dan saatnya akan datang nanti, mimpi yang sekarang hanya lah bualan belaka akan menjadi kenyataan pada akhirnya esok. Dan, aku akan terus menunggu saat-saat itu terjadi.

♫

Ada seorang bijak seolah seperti menguntungkan, menguntungkan sekali, ini persis seperti simbiosis komensalisme. Ya…simbiosis komensalisme, yang kurang lebih berarti : ”Karena adanya si A, menguntungkan si B. Tetapi tidak adanya si B tidak berarti apa-apa bagi si A, menguntungkan tidak merugikan pun juga tidak.”

Dalam hal ini kasusunya adalah hubungan antara orang bijak dengan konsumen statement (seseorang yang meresapi perkataan mereka. Baca : orang bijak). Konsumen statement diuntungkan karena mendapatkan pelajaran hidup dari orang bijak, tetapi bagi orang bijak tidak adanya konsumen statement tidak berpengaruh terhadapnya. Hal pengetahuan semacam ini kudapat dari buku adikku yang kini duduk di bangku sekolah dasar, dalam buku IPA miliknya.

Aih... tak’ pernah kusangka kudapat ilmu tinggi ini dari sebuah buku yang kuanggap tak penting itu.

”Tak penting ?”. Sombong sekali bukan diriku kawan.

”Apa maksudmu ?”.

Ya... tak penting, karna kemahatololan dalam hal pemikiranku ini yang bisa menjerumuskan diri ini untuk meremehkan sebuah, seseorang, atau segala sesuatu hanya dari sekali lihat. Belagu sekali diri ini. Sudah tolol, belagu pula.

”Malam sepi, di sampingku sejauh 3 meter adikku belajar, bukunya pun berserakan, kebetulan aku sedang menemaninya belajar, dan dari bermacam-macam buku yang membosankan itu terselip buku dengan cover hijau bergambar kodok, pikiranku sedang kalut, melakukan sesuatu pun rasanya enggan. Mencoba mengambil buku tersebut, membukanya secara acak, dan pada halaman 56 kutemukan ilmu tinggi dari buku yang kuanggap tak penting itu”. Begitulah keadaan saat itu.

Peribahasa asing berikut ini mengena sekali ke diriku, menerobos ruang-ruang dangkal pikiranku. ”Don’t judge a book by it cover”.

Ya… “jangan meremehkan sebuah, seseorang, atau segala sesuatu hanya dari sekali lihat”. Begitulah makna yang kutangkap dari peribahasa asing itu.

Tetapi sayang, sungguh sayang... Namun seorang bijak terlihat abstrak, tak berwujud, tak bisa dilihat secara nyata untuk kini.

“Terus kenapa ?. Jika seandainya orang bijak hidup sampai sekarang !”.

Jawabannya mungkin… ”Setidaknya aku bisa berguru dengan mereka. Belajar bagaimana caranya bisa merangkai kata-kata sedahsyat itu—yang bisa membuat banyak orang terpengaruh sambil mengatakan...

“Oh....begitu. Ya.... benar juga”. (sambil mengangguk takjim)

Tetapi lihat, apa yang mereka buat !. Gaung perkataannya, tak diragukan lagi. ‘Membumi’. Kalimat-kalimat ajaibnya seolah diramu dengan kandungan magis yang kuat, karena poin terbesar dari ramuannya dibangun berdasarkan pengalaman hidup yang dijadikan tiang-tiang pancang untuk pondasinya, kokoh bukan ?.

Apa yang t’lah tercipta dari statement-statement yang dihasilkan oleh orang bijak memang benar adanya, dan salah satu statement yang kudapat itu adalah…. yang membuatku mengatakan…

“Emmmmmmmm…ya…ya…benar juga…”.

Dan pelajaran itu mengajarkanku tentang…

“Kenangan tidak bisa untuk dilupakan, tetapi tersimpan untuk dikenang”.

♫

Langkah hidup yang secara sengaja atau tak’ sengaja dipilih, dan t’lah dijalani pasti meninggalkan sesuatu, dan sesuatu itu tertulis manis dan juga pahit dengan nama bekas.

Ya… Bekas, macam luka di kulit yang pasti menimbulkan bekas luka, meskipun secara waktu luka itu akan sembuh. Tetapi satu hal yang harus disadari, kulit yang sudah terluka mungkin takkan bisa kembali normal seperti sedia kala, seperti sebelumnya, sebelum luka itu ada.

Kenangan pun tak jauh berbeda dengan bekas luka di kulit, karena ia akan selalu seperti itu. T’lah tercipta dan meninggalkan bekas. Ia—kenangan itu selalu ada, dan segera muncul ke atas permukaan jika kawan memilih untuk mengingatnya. Menurutku, kenangan akan selalu setia dengan tuannya. Jika kawan menginginkannya, mereka akan segera datang dan membayangi kawan sepanjang hari itu, atau mungkin berlanjut di hari selanjutnya.

Bagiku, kumpulan kenangan yang amat banyak dan mengesankan itu terangkum hanya dalam satu kata, suku kata asing, memorabilia. Setelah aku duduk di tingkat menengah pertama. Mengenakkan celana pendek, dengan setelan seragam wajib keseluruhan putih-biru. Begitu juga dengan potonganku dulu yang menurutku amat mengesankan itu. Ah.. kala itu, memang mengesankan bagiku.

Ah…waktu itu. Bagaimana tidak mengesankan. Rambut tersisir klimis. Dan minyak rambut lavender adalah andalanku.

”Minyak rambut itu, apa kawan tahu ?”.

Kuberitahu jika kawan tidak tahu ”Tempatnya berbentuk oval dengan cover depannya selalu saja tergambar raja atau ratu. Didalamnya, minyak rambut itu berwarna hijau muda, sangat menarik. Menarik bagi anak kecil mungkin, dan itu aku”.

Ah…jadul sekali, karena yang pasti minyak rambut jelly adalah trendcenternya kala itu. Tapi tak’ apa, karena minyak rambut jadul itu adalah kepercayaan diriku nomor 1 berikut rambut yang tersisir sangat rapi sekaligus mengkilap. Aih… mengesankan sekali.

Rapi plus mengkilap ?... Karena kuhabiskan hampir kurang-lebih 3 menit di depan kaca untuk menata rambut sehingga benar-benar terbelah di tengah-tengah. Dan konsekuensi yang harus ku bayar dari itu adalah dengan berolahraga gratis, tentunya… Ini pasti menyehatkan tubuh, tetapi ini bukan lazimnya olahraga. Olahraga pagi yang paling sering kulakukan adalah skotjam 15x, juga push-up 15x.

“Jika kamu telat lagi, bapak akan senang hati menambah hukumannya jadi 15x lagi”. Ujar Pak Kukuh dengan bertolak pinggang sambil tersenyum 80° sorong bibirnya hanya ke arah kiri dengan kumis ‘tuanya’ yang khas—melintang panjang dan melingkar-lingkar di kedua ujung kumisnya persis ikan yang biasa dijadikan menu pecel itu.

Guru olahraga seorang penegak peraturan yang berkarakter sama dengan pak Kodri guruku spesialisnya mata pelajaran ekonomi saat aku duduk di SMA Islam nantinya.

Ya…tak diragukan lagi, ini benar-benar sungguh belah tengah, dan tak kubiarkan 1 cm pun melenceng dari seharusnya yang nantinya takkan berbentuk belah tengah. Ah… Tak bisa kubayangkan, jadi kacau nantinya kepercayaan diriku.

Dan kemudian, tak lupa juga kubangun sedemikian rupa dari kepercayaan diriku nomor 2. Jika saja seandainya tak’ kuciptakan kepercayaan diriku nomor 2, tidak ada atau dihilangkan begitu, ungkapan ini lebih tepat.

“Ibarat seperti makan sayur tanpa garam”. Pasti kurang sedap bukan ?. Kurang sedap juga hal itu dipandang mata. Karena bagiku, kepercayaan diriku nomor 1 dan 2 saling mengikat erat, dan tak’begitu saja dapat dipisahkan satu sama lain.

Meski punya rambut lurus, tetap kudirikan rambut depanku sedimikian rupa berdasarkan artificial intelligent, maksudku agar secara tampilan keseluruhan jadi terlihat lebih menarik, itu menurutku. Dan jambul itu yang disebut dengan kepercayaan diriku nomor 2. Berbentuk seperti jambul—tetapi menyerupai jambul hewan ternak, domba mungkin—jambul melingkar dengan terbelah ditengah. Mungkin serupa, tapi tentu tak’ sama. Karena wajahku tak’ bisa disamakan dengan seekor domba bukan ?

Dan dengan seragam putih-biru itu. Aku lalu mengenal kata demi kata asing, dan aku baru tahu arti dari kata memorabilia itu Berbunyi…

“Sesuatu yang patut untuk dikenang”.

Jika kawan terhibur dengan tulisan ini, mohon di like, juga diberi komentar Mimpi, Khayalan Dan Imajinasi. Semoga bukan hanya aku saja yg menjadi pemimpi, kalian juga, dalam artian kita akan memperjuangkan mimpi itu menjadi nyata, bukan begitu kawan ?. :) . semoga tulisan ini menginspirasimu, kawan, karena itulah tujuanku untuk memberi manfaat bagi sesama dengan caraku :).