Tampilkan postingan dengan label umum. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label umum. Tampilkan semua postingan

Perangkap Pembodohan Diri

Wibi Alwi Surya Kuncoro 23.59.00 Add Comment
Perangkap Pembodohan Diri-Pada prinsipnya semua orang itu cerdas, sesuai dengan talentanya masing-masing. Manusia terlahir untuk menjadi genius. Hanya saja, manusia tidak menyadari bahwa dirinya seiring perjalanan waktu masuk dalam perangkap pembodohan diri.

Tidak kecuali, apa pun latar belakangnya, kaya atau miskin seseorang berpeluang masuk perangkap kebodohan. Siapa saja yang masuk, cepat atau lambat akan menjadi manusia bodoh. Yang kaya, “kenyamanan hidup” dapat saja menjadikan dirinya enggan belajar; yang miskin “keterbatasan finansialnya” menjadikan dirinya menyerah untuk belajar.

Perangkap kebodohan tidak sebatas pada faktor-faktor sosial ekonomi (kaya-miskin) sperti tersebut di atas namun lebih banyak masuk ke wilayah pola pikir individual. Yang kaya dan miskin berpeluang sama masuk ke perangkap kebodohan yang diciptakan oleh dirinya sendiri. Coba kita simak beberapa perangkap kebodohan berikut ini.

Perangkap Pembodohan Diri

Pertama, kita cenderung mengejar kemudahan dari pada kesulitan. Kebanyakan dari kita akan mencari hal-hal yang mudah dari pada yang sulit. Meski sulit itu relatif. Sesuatu yang mudah, yang tidak banyak unsur kesulitannya, maka menjadikan pikiran kita kurang mau bekerja secara optimal. Pada hal, syarat utama agar kita menjadi lebih pintar adalah menghadapi kesulitan (belajar).

Menurut para ahli neuro science, sel-sel syaraf otak kita akan berkembang dengan baik bila sering berpikir alias sering menghadapi tantangan (belajar). Setiap kali menyelesaiakan persoalan (belajar) pikiran membuat sebuah sirkuit baru sebagai dasar (pengalaman) untuk menyelesaikan persoalan yang sama atau persoalan yang baru.

Kedua, kita cenderung menutup pikiran. Menghindari kesulitan karena tahu resikonya, juga termasuk menutup pikiran untuk tidak mau belajar sesuatu hal yang baru. Terjadinya kekerdilan pikir boleh jadi berawal dari pintu-pintu pikiran yang sering tertutup.

Pikiran itu seperti parasut. Begitu sering kita dengar dari para pakar pengembangan diri. Parasut, katanya, akan berfungsi bila dibuka. Pikiran juga demikian halnya. Pikiran akan berfungsi bila pemiliknya rajin membukanya baik dengan jalan menghadapi kesulitan maupun mau dengan rendah hati menerima masukan dari orang lain. Kita menjadi pintar pada dasarnya karena rajin menerima masukan dari orang lain (termasuk dari orang tua, guru/dosen).

Keempat, kita cenderung memiliki “arogansi intelektual”. Sadar atau tidak, kita seringkali  merasa bahwa pendapat kita jauh lebih benar dari pada pendat atau teori orang lain. Tidak ada pintu argumentasi satu pun yang terbuka bagi pendapat orang lain. Hal yang seperti itu bila dibalut dengan sifat emosional yang tidak mau tuhu, maka lengkap sudah “arogansi intelektual” kita sebagai pangkal kebodohan. Semakin kita arogan semakin sulit menerima ide orang lain.

Kelima, sikap kita yang cenderung takut salah. Budaya kita, orang tua kita, guru dan dosen kita cenderung tidak menghargai kesalahan. Yang dihargai dalam budaya belajar kita hanya yang benar saja, pada hal sebuah kebenaran melalui sebuah proses salah dan salah terlebih dahulu. Takut salah berarti takut belajar.

Keenam, terperangkap dalam citra diri yang rendah. Banyak orang yang memandang dirinya manusia inferior, khususnya yang berlatar belakang dari keluarga miskin. Berbagai kekurangan fasilitas dan sumber-sumber akses informasi lainnya membawa diri seseorang pada pola pikir atau  sikap rendah diri. Bahwa dirinya tidak mungkin berprestasi atau tidak mungkin bisa belajar pada level yang lebih tinggi karena miskin.

Namun demikian, sering kita menemui seorang anak yang kebetulan dari keluarga mampu, yang salah dalam menilai dirinya. Bahwa dirinya merasa tidak mampu dalam satu bidang  tertentu (matematik misalnya) tetapi mencitrakan diri secara sembrono bahwa dirinya tidak pastas sukses. Pada hal tidak bakat di satu bidang (matematik) belum tentu di bidang lainnya seperti musik, olah raga dan seni.

Keenam, terperangkap waktu. Manusia akan menjadi pintar atau bodoh sangat tergantung pada bagaimana memanfaatkan waktu. Keterampilan  seseorang dalam memanfaatkan waktu menentukan dirinya akan menjadi manusia dewasa atau menjadi tua saja.

Sayangnya banyak diantara kita terperangkap waktu dengan cara memanjakannnya. Jujur saja kita sering membuang waktu luang begitu saja dengan cara memanjakan diri bermalas-malasan. Kita cenderung “ahli berdalih” soal waktu. Pada saat sibuk, selalu mendambakan datangnya waktu luang untuk belajar, namun ketika waktu luang itu tersedia, kita cenderung mengabaikannya. Dalihnya, waktu luang adalah untuk istirahat memanjakan diri.

Ketujuh, kita cenderung menuruti “kata ego” dari pada “kata hati”. Kata hati selalu menginginkan rajin belajar agar pintar, namun pada waktu yang sama ego selalu menggoda dengan sejumlah kenikmatan: malas, capek, kantuk, tunda dulu dan sebagainya. Sayangnya, kita sering lebih patuh pada “kata ego” (bisikan setan) dari pada “kata hati” (bisikan Illahiyah).

Bila kita gabung menjadi satu, dari tujuh perangkap pembodohan tersebut di atas, sesungguhnya hanya persoalan cara pandang saja terhadap “pendewasaan pikiran”. Sebagian orang, karena belum tahu mungkin, memandang bahwa “menghindari kesulitan” adalah cara mudah mendapatkan kenyamanan hidup, sementara sebagian yang lain memandang “menghindari kesulitan” adalah pangkal kebodohan pembawa malapetaka hidup. Pada sisi lain, sebagian orang memandang kemiskinan identik dengan kebodohan (artinya, orang miskin dengan segala keterbatasannya tidak mungkin bisa belajar),  sementara sebagian yang lain memandang kemiskinan sebagai pemicu kebangkitan untuk belajar lebih keras dengan cara bagaimana pun.

Lagi-lagi persoalannya sama, yakni perangkap pembodohan diri. Akan tetapi sebagian orang  itu sebagai perangkap, sebagian orang itu bukan perangkap. Takut salah, kesibukan (perangkap waktu), dan memanjakan diri  merupakan perangkap, namun sebagian orang memandangnya itu bukan perangkap melainkan “sebuah kewaspadaan” agar kita tidak terperangkap di dalamnya. Atau, dalam konteks lain, perilaku menunda-nunda itu mungkin tidak baik, tetapi menunda kemarahan adalah hal yang baik.

Setiap peristiwa ada konten (content) dan konteks (context) . Setiap perangkap kebodohan bersifat subjective experience. Artinya, semisal Anda mengalami peristiwa “PR matematik” itu sulit dan memusingkan, ditambah dengan gurunya yang galak, sangat memungkin untuk membenci matematik seumur hidup. Namun bagi orang lain, pengalaman yang sama boleh jadi memicunya untuk belajar lebih serius tentang matematik.

Semua peristiwa pembodohan diri yang saya sebutkan di atas bersifat subjektif. Dengan demikian, apakah perangkap-perangkap itu akan nyata menjadi perangkap atau menjadi alat berprestasi sangat tergantung individu masing-masing  dalam memberikan “makna” setiap perangkap itu. Dengan demikian, apakah ada perangkap atau tidak dalam diri kita sangat tergantung subjektifitas kita masing-masing.

Yang sulit adalah, bagaimana merubah semua peristiwa negatif yang menjadi perangkap itu menjadi “seperti” peristiwa positif yang tidak lagi memerangkap diri. Disinilah letak pentingnya kesadaran puncak (the ultimate awareness). Kesadaran yang bukan hanya sekedar tahu atau paham saja ala kesadarn kognitif, namun kesadaran total yang melibatkan emosional-spiritual, yakni kesadaran yang melibatkan persetujuan lubuk hati yang paling dalam.

Banyak orang yang kesadaran kognitifnya tahu dan paham akan bahaya merokok, tetapi mereka masih sayang untuk untuk menghentikan kebiasaan buruk itu. Kenapa? Karena kesadarannya belum masuk wilayah kesadaran puncak yang melibatkan lubuk hati yang paling dalam. Masih setengah hati. Namun, bila kesadarannya sampai puncak yakni sepenuh hati, maka  kebiasaan buruk itu bisa dihentikan.

Apabila kita sadar sesadar-sadarnya (kesadaran puncak) bahwa semua perangkap itu ternyata membodohkan  kenapa masih dipertahankan? Kalau semua perangkap itu sebelulnya hanya subjektif sifatnya (ada atau tidaknya sangat tergantung cara pandang kita masing-masing), maka mestinya secara teoritis tidak sulit untuk dihapus. Kolaborasi antara kesadaran puncak dengan kesanggupan memberi makna positif pada setiap bentuk perangkap akan memudahkan kita untuk keluar dari perangkap-perangkap kebodohan tersebut di atas.

Dalam dunia NLP dan sejumlah teknik hypnosis memang ada cara-cara untuk mengatasi keluar dari sejumlah Perangkap Pembodohan Diri tersebut di atas. Namun apa pun teknik yang digunakan  bila niatnya setengah hati maka teknik tinggalah teknik saja.

Langkah Keluar Dari Jebakan Kesibukan

Wibi Alwi Surya Kuncoro 23.52.00 Add Comment
Langkah Keluar Dari Jebakan Kesibukan-Kita harus meyakini bahwa waktu sangat berharga. Kita tidak akan pernah memiliki cukup waktu, dan waktu berlalu sangat cepat. Waktu tak akan terulang, dan kita tidak dapat memperlambat berjalannya waktu.

Langkah Keluar Dari Jebakan Kesibukan

Yang harus kita lakukan adalah memanfaatkan waktu sebaik mungkin. Berikut langkah-langkah sederhana yang dapat kita lakukan agar hari-hari kita tidak terbuang sia-sia.
  1. Rencanakan aktivitas siang hari pada malam sebelumnya. Pada malam hari, tulislah hal-hal yang harus kita lakukan esok hari untuk meraih tujuan yang kita tetapkan. Galilah informasi sebanyak mungkin, baik dengan menelepon maupun membaca.
  2. Buatlah prioritas. Berilah nomor setiap kegiatan dan urutkan dari yang paling sulit terlebih dahulu. Memang, kita sering kali tergoda melakukan aktivitas yang paling mudah lebih dahulu. Akan tetapi, bayangkanlah bagaimana beban pikiran tentang pekerjaan yang sulit akan selalu menghantui saat sedang melakukan kegiatan yang mudah. Bayangkan, perasaan gembira ketika pekerjaan yang sulit sudah terselesaikan, dan bayangkan motivasi yang akan kita rasakan.
  3. Tetaplah berpegang pada daftar kegiatan. Berilah tanda silang kegiatan yang kita kerjakan, jangan tergoda mengerjakan hal di luar daftar. Sering kali kita tergoda berbicara tidak penting lewat telepon dan membuka atau membaca email. Telepon memang sulit diabaikan, tapi kita bisa tetap berkonsentrasi pada pekerjaan dan membiarkan mesin penjawab telepon bekerja serta mematikan program pemberitahuan email. Aturlah waktu tersendiri untuk mengecek email, misalnya setiap dua jam sekali.
  4. Ingatlah semboyan 3 D. Do it (kerjakan), Delegate it (delegasikan), atau Dump it (tinggalkan). Tangani setiap kertas kerja hanya sekali saja. Baik sesuatu yang harus kita kerjakan sekarang, delegasikan kepada orang lain, atau singkirkan pekerjaan itu. Perlu diingat –kerjakan hanya jika kita bisa mengerjakannya.
  5. Jangan menunda-nunda. Kebiasaan menunda pekerjaan sesungguhnya ibarat pencuri waktu. Kita sering tergoda untuk menunda pekerjaan di lain waktu atau hingga memiliki waktu memikirkannya. Jangan menunda pekerjaan – kerjakan sekarang juga.
  6. Rencanakan waktu luang. Lakukan aktivitas pada periode waktu tertentu dan pada tempat tertentu. Jangan hanya pergi ke pusat kebugaran atau membuat janji dengan pelatih fitnes.
  7. Jujurlah pada diri sendiri. Ingatlah apa yang saya katakan pada bagian sebelumnya. Teruslah bertanya kepada diri sendiri, “Apakah yang sedang saya lakukan saat ini akan membawa ke arah yang ingin saya tuju?” Jika jawabannya ‘tidak’ maka gantilah aktivitas kita.

Cara-cara di atas merupakan cara paling mudah agar dapat memanfaatkan waktu Langkah Keluar Dari Jebakan Kesibukan dan kehidupan dengan lebih baik. Gunakan slogan sebuah produsen sepatu terkemuka Nike, ‘’Just do it” (Kerjakan saja!).

Rahasia Kemajuan Bangsa Jepang di Dunia

Wibi Alwi Surya Kuncoro 13.41.00 Add Comment
Rahasia Kemajuan Bangsa Jepang di Dunia-Jepang merupakan salah satu negara yang berada di kawasan asia timur, tetangga dekat dari korea utara, korea selatan dan Republik Rakyat Cina. Berbicara mengenai negara Jepang maka kita akan membayangkan sebuah negara yang sangat maju, kaya dan modern dalam segala bidang. Saat ini Jepang merupakan salah satu negara terkaya di dunia dan menjadi sebuah negara yang produknya paling diminati oleh masyarakat karena dikenal sangat awet dan berkualitas tinggi.

Mengapa Jepang bisa sedemikian hebat padahal Jepang sangat miskin dengan sumber daya alam, bahkan Jepang bukan apa apanya Indonesia ? Inilah hal yang menarik untuk kita bahas dan kita soroti, kemajuan yang dicapai oleh Jepang pasti menyisakan rahasia, Jepang pasti punya strategi berbeda yang tak dimiliki oleh bangsa Indonesia. Bahkan kita pun tak bisa menutup mata jika negeri kita yang kaya raya pernah dijajah oleh Jepang selama kurang lebih 3,5 tahun.

Apakah orang orang Jepang lebih pintar dari rakyat Indonesia ? Tidak juga, Tuhan telah menciptakan manusia dengan kadar otak yang tauh beda antara satu manusia dengan manusia lainnya. Jepang mampu menjadi bangsa yang besar, maju dan modern karena tak pernah berhenti dalam belajar. Sejarah mencatat bahwa Jepang merupakan bangsa pertama yang terbebas dari buta huruf.

Ketika bangsa lain masih bersusah payah untuk belajar bagaimana caranya membaca Jepang telah giat mempelajari ilmu ilmu yang lebih tinggi. Pada saat bangsa lain mulai belajar ilmu yang lebih tinggi, Jepang sudah mulai menerapkan ilmu ilmu yang sedang dipelajari. Mereka bergerak lebih cepat dari bangsa manapun, bahkan rakyat Jepang dikenal sebagai bangsa yang paling gemar membaca buku.

Kemanapun mereka pergi selalu membawa bacaan, sambil menunggu kereta mereka membaca, ketika jalan macet mereka membaca, dan lain sebagainya. Bahkan Jepang merupakan satu satunya penjajah yang telah mengatur strategi dengan sangat jenius sebelum masuk ke Indonesia. Mereka konon sudah bisa berbicara bahasa Indonesia, sehingga saat mereka tiba di Indonesia tidak dicurigai sebagai penjajah.

Dengan membaca atau terus menerus belajar berbagai ilmu pengetahuan, bangsa Jepang jadi mampu menciptakan berbagai produk yang diminati oleh masyarakat dunia. Mereka bukan hanya mampu mengalahkan Amerika di bidang ekonomi, tetapi Jepang juga mampu memperluas pasarnya ke negara negara yang menjadi pesaing utamanya. Produk buatan Jepang memang dikenal mahal tetapi kualitas selalu tak terkalahkan. Walau mahal tetapi tetap laku di pasaran dunia, sebab masyarakat percaya bahwa mutu dari produk buatan Jepang tak pernah mengecewakan.

Bangsa Jepang merupakan bangsa sangat percaya diri, mereka percaya akan mampu menaklukan kekuatan dunia, mereka percaya bahwa dengan bekal ilmu yang memadai semua jenis keunggulan bisa tercapai. Oleh karena itu meski kini Jepang sudah berhasil mewujudkan mimpinya menjadi bangsa yang maju dan modern tetapi mereka tetap belajar hal hal yang lebih baru. Bagi bangsa Jepang tak ada kata berhenti dalam belajar, sebab mereka bisa menjadi seperti sekarang karena didukung oleh keunggulan ilmu.

Satu hal yang sangat menarik adalah bahwa murid murid di Jepang dikenal sangat hormat kepada guru gurunya, karena mereka percaya bahwa guru adalah perantara yang tak bisa digantikan oleh sarana apapun.Murid akan gagal dalam belajar ketika mereka tak mampu menempatkan guru pada posisi terhormat. Murid murid di Jepang dikenal sangat patuh dengan setiap perintah yang disampaikan oleh Bapak/Ibu guru di sekolah. Semua tugas selalu diselesaikan dengan baik, tanpa perlu diawasi para murid selalu belajar dengan giat dan memanfaatkan waktunya untuk belajar keras.

Semangat lain yang dimiliki oleh bangsa Jepang adalah sikap pantang menyerah, mereka akan terus melawan bangsa manapun hingga kekuatannya benar benar habis. Tak ada kata menyerah dalam berusaha, bahkan orang Jepang rela bunuh diri ketika mereka gagal dalam mewujudkan impiannya. Rasanya tak terlalu mengherankan jika Jepang akhirnya maju, mereka maju karena mau belajar dan mempelajari segala ilmu yang berguna untuk kehormatan bangsanya. Itulah Rahasia Kemajuan Bangsa Jepang di Dunia yang bisa dicontoh.

Peran Teknologi Informasi Dalam Dunia Komunikasi

Wibi Alwi Surya Kuncoro 13.37.00 Add Comment
Peran teknologi mempunyai kaitan yang erat dalam bidang informasi dan komunikasi. Dalam teknologi informasi yang banyak digunakan adalah komputer. Dalam makalah ini tidak dibahas tentang pengertian teknologi informasi dan komunikasi serta kemampuan komputer. Dan akan pula dibahas tentang teknologi internet yang banyak mempermudah manusia dalam mencari sumber informasi dan berkomunikasi dengan orang lain. Melalui sarana – sarana yang ada dalam internet kita dapat memperoleh informasi dengan mudah, praktis dan cepat sehingga tidak membuang waktu.Peranan teknologi informasi dalam bidang komunikasi sangatlah besar, karena dalam adanya informasi yang mendukung, akan terciptalahkomunikasi yang efektif, dan dengan adanya kemajuan dari kedua bidang tersebut maka akan majulah suatu pembangunan.

Peran Teknologi Informasi Dalam Dunia KomunikasiMemperoleh berita dan menyampaikan pesan adalah hal yang tidak mudah, berita dan pesan seringkali tidak dapat disampaikan ataupun diterima dalam keadaan basi. Dahulu sulit sekali untuk mengumpulkan dan memperoleh atau mengetahui hasil penelitian, walaupun kita mempunyai uang dan mempunyai biaya untuk keperluan itu. Kini jurnal penelitian dalam berbagai ilmu sudah tersedia, jadi sekarang informasi yang diperlukan dapat tersedia dan dapat diperoleh dengan mudah, asal memiliki syarat – syarat yang diperlukan, orang akan dapat membacanya. Terlepas dari persoalan tentang syarat itu, sekarang informasi yang bersangkutan ada, tersedia dan dapat kita peroleh dengan mudah, ini dapat kita rasakan apabila kita masuk toko buku, misalnya Gunung Agung dan Gramedia. Apakah yang tidak dapat kita peroleh dari situ ? andaipun tidak tersedia, mereka akan bersedia mencarikannya walaupun harus dipesan dari luar negeri. Bahkan kini juga ada lembaga internasional yang menyajikan jasa informasi keilmuan dan pengetahuan, misalnya ERIC.

Kemudahan dan kecepatan memperoleh, serta menyebarkan informasi bukan hanya berlangsung dalam dunia ilmu melainkan juga dalam segi – segi lain dari kehidupan. Berita gempa yang terjadi di suatu tempat di dunia dapat tersebar ke seluruh dunia hanya beberapa menit setelah peristiwa yang bersangkutan itu terjadi. Demikian juga berita tentang peran, pembunuhan, perundingan, penolakkan visa, perbandingan nilai mata uang, dan sebagainya. Lembaga internasional yang menyajikan informasi yang bukan bersifat keilmuan juga ada, misalnya The World Trade Centre yang menyajikan data dalam bidang perdagangan.

Kini suatu revolusi yang mempengaruhi berbagai kegiatan manusia sedang berlangsung. Revolusi ini berkenaan dengan berita dan pesan yang berhubungan dengan teknologi informasi dan komunikasi. Cirri revolusi ini adalah kemudahan, kecepatan dan ketepatan untuk memperoleh serta menyebarkan berita dan pesan serta menyusun, menciptakan dan menggunakan berita dan pesan untuk berbagai macam kepentingan termasuk untuk mempengaruhi keadaan.

Konsep Teknologi Informasi

Ada perubahan berkenaan dengan berita dan pesan sebagai revolusi informasi. Ada yang menyebutnya Revolusi Teknologi Informasi, ada pula yang menyebutnya Revolusi Teknologi Komunikasi, mereka yang lebih tertarik pada teknologi dari pada informasinya pada umumnya telah menyukai istilah Revolusi Teknologi Komunikasi, tetapi teknologi komunikasi dapat mengandung dua dua pengertian.
  1. Pengertian yang menunjuk kepada hal – hal seperti telepon, telegram telex, faximile, dan sebagainya, dengan lain perkataan menunjuk kepada alat – alat pemindah berita. Kedua, pengertian yang menunjuk kepada hal–hal seperti mobil, pesawat terbang, kereta api, dan sebagainya, dengan lain perkataan menunjuk kepada alat–alat pemindah manusia atau barang, bukan pemindah berita.Karena teknologi komunikasi dapat mengandung dua pengertian semacam itu, maka mereka yang perhatiannya memusat kapada teknologi yang berkenaan dengan pemindahan berita, pada umumnya lebih menyukai istilah revolusi informasi, sedangkan mereka yang tertarik pada teknologi pemindahan pada umumnya, baik yang dipindahkan itu adalah manusia ataupun barang, atau berita akan lebih menyukai istilah teknologi komunikasi.
  2. Pengertian tersebut tidak terpisah sama sekali antara satu dengan lainnya. Antara keduanya terdapat tumpang tindih walaupun keduanya berbeda. Pesawat terbang misalnya, dapat berfungsi sebagai alat untuk memindahkan manusia dari satu tempat ke tempat lain dan dapat pula berfungsi sebagai alat untuk memindahkan berita dari satu tempat ke tempat lain (menggunakan pesawat terbang untuk mengirimkan surat kabar). Nampaklah letak perbedaan adalah sudut pandang.

Teknologi Informasi dan Komunikasi Menduduki Peran Strategis

Sebagian besar dari sejarah industri berisi catatan tentang perkembangan teknis, perubahan alat–alat atau mesin–mesin yang dipergunakan dan sebagainya yang lebih ganyak dari perkembangan teknologi informasi. Alat–alat atau mesin–mesin baru yang bersangkutan hanya menimbulkan dampak pada unsure fisik dari kegiatan perusahan. Penemuan dan pemakaian mesin–mesin baru dalam zaman revolusi–revolusi ini todak mempunyai pengaruh yang besar pada pengolahan manusia, pengolahan informasi masih informasi masih tetap hanya dilakukan oleh manusia.Sekarang perimbangan kecepatan kemajuan teknologi telah berubah. Kini teknologi untuk mengolah informasi lebih cepat perkembangannya dari perkembangan teknologi untuk kegiatan fisik dan biayanya semakin murah. Biaya untuk menyimpan data, mengolah data dan untuk menyebarkan hasil–hasilnya terus menurun dengan cepat.

Revolusi teknologi informasi menyebabkan orang dengan cepat mengetahui berita dan dengan cepat pula mengirimkan berita, jadi terciptalah komunikasi yang efektif. Orang berusaha menanggapinya, memperbaiki apa yang ada, meningkatkannya dan menciptakan hal yang baru. Dan terjadilah perkembangan yang berantai. Revolusi informasi tidak hanya merubah proses memperoleh berita, dan sulit menjadi mudah melainkan melahirkan alat, teknik – teknik dan mesin yang dibuat di tempat lain yang diketahui serta dimengertinya dengan jelas dari informasi (dari uraian  dan lukisan di majalah, TV, selebaran dan sebagainya).Dalam revolusi industri, kereta api memperpendek waktu yang diperlukan untuk melalukan perjalanan, termasuk perjalanan berita dari beberapa hari menjadi beberapa jam. Kini revolusi teknologi informasi memperpendek waktu itu secara lebih drastis. Suatu berita dapat mencapai keseluruh dunia dalam waktu beberapa menit lewat berita yang cepat dari berbagai penemuan. Demikianlah revolusi teknologi informasi mempengaruhi berbagai segi kehidupan.

Dalam rangka ini, terciptalah misalnya mesin pencatat kehadiran pegawai di tempat kerja, karena itu dikatakan bahwa revolusi teknologi informasi mempunyai peran yang strategis.  Apabila pemakaian teknologi baru yang lain (yang bukan teknologi informasi)  hanya bersifat penggantian alat tanpa menimbulkan perubahan yang berarti pada berbagai segi penting dari perusahaan, termasuk prosedur, maka pemakaian  teknologi informasi dan komunikasi menimbulkan perubahan  yang banyak pada berbagai segi dari kegiatan perusahaan, termasuk prosedur.

Teknologi informasi dan komunikasi banyak mempengaruhi setiap unsur rantai nilai, mengubah cara melaksanakan kegiatan bernilai, serta mengubah hubungan antar kegiatan tersebut.Teknolgi informasi menyebabkan komunikasi jarak jauh dapat dilakukan dengan mudah. Dan juga menyebabkan informasi tentang keadaan konsumen, harga bahan mentah dan keadaan pasar di semua negara dapat diketahui dengan mudah dan cepat. Hal ini membantu pembukaan cabang perusahaan menjadi mudah, bukan hanya di dalam negeri tetapi juga luar negeri. Demikianlah teknologi informasi dan komunikasi menimbulkan perubahan bekerja, memperluas daerah kompetisi dan pada cara membuat suatu produk. Tehnologi informasi yang menunjang adanya komunikasi. Contohnya yaitu Telepon, Telegram, Telex, Faximile, Surat Kabar, Majalah, dan sebagainya. Suatu teknologi komunikasi yang banyak dipergunakan dan besar dukungannya terhadap revolusi teknologi informasi adalah komputer dapat digunakan sebagai mesin ketik yang istimewa yang dapat digunakan untuk mengolah kata, membentu berpikir, termasuk simulasi, selain itu komputer juga dapat digunakan untuk merancang informasi, termasuk desain dan lukisannya.

Fungsi Internet Dalam Dunia Informasi dan Komunikasi

Internet adalah satu teknologi yang mutakhir di zaman ini yang terdapat pada computer. Dengan adanya internet, sekarang kita dapat memperoleh informasi dan berkomunikasi dengan mudah dan cepat. Banyak sarana di dalam memperoleh informasi dan berkomunikasi dengan mudah dan cepat. Banyak sarana di dalam internet yang memudahkan kita dalam melakukan kegiatan komunikasi. Contohnya adalah E-Mail. E-Mail atau electronic mail adalah sara yang paling banyak digunakan, pengiriman pesan dapat melalui SMTP (Simple Mail Transfer Protocol). Semua pengguna jaringan dalam internet mempunyai E-Mail.

Etiket dalam berkomunikasi di internet disebut dengan Niquette Gordon Eubanks Rule (President of Symantec) mengatakan don’t write a message that contains informasi you don’t want to become public knowledge. POP adalah Post Office Protocol seperti kotak pos pribadi yang akan menyimpan semua mail kita dari internet selam kita online. Pemerintah lainnya WHOIS yang mengandung informasi pada seseorang berupa alamat IP, alamat, nomor telepon, dll. Data base WHOIS disimpan dalam interNIC.

Referensi:

Sudrajat, Sugito, “Sistem Informasi Manajemen”, Semarang. 1998. Tung, Khoe
Yao Tung Khoe, “Pemasaran dan Bisnis di Internet“, Jakarta. 1996. Gramedia

Akibat Pengguna Narkoba

Wibi Alwi Surya Kuncoro 15.36.00 2 Comments
Akibat Pengguna Narkoba-Di negara Indonesia, Narkoba sudahlah tidak asing lagi di kalangan masyarakat.

Hukum Penjara Diganti Rehabilitasi

Model pemidanaan korban pengguna narkoba di lembaga pemasyarakatan (lapas) sebaiknya segera diakhiri dan dialihkan ke tempat-tempat rehabilitasi. Terobosan ini selain dapat mengobati pengguna jugamenutup pasar narkoba di lapas yang sekarang mulai merebak. Jadi harus ada keberanian para hakim untuk melakukan terobosan memberi keputusan para pengguna narkoba untuk direhabilitasi, bukan dijebloskan ke tahanan sebagai narapidana.

Akibat Pengguna NarkobaHakim juga harus berani menjatuhkan hukuman berat mafia dari pengedar, penyelundup dan pembuat narkoba. Mereka tetap dipenjara dilapas dengan pengawasan yang ekstra ketat. Mereka jangan diberi sedikitpun ruang untuk berkomunikasi dengan orang lain. “Bagi yang terkena hukuman mati tetap harus dilaksanakan. Jadi tidak mengabulkan grasi bagi terpidana mati narkoba.
Sementara ini ada 54 yang dijatuhi hukuman mati, diantaranya ada yang mengajukan kasasi, kemudian PK-nya ditolak dan 4 orang mengajukan grasi ke Presiden.

Untuk memperlancar penempatan korban pengguna naarkoba ditempat rehabilitasi perlu adanya refisi Undang-Undang Narkotika dan UU Psikotropika. Refisi dilakukan terhadap pasal-pasal yang masih mengkriminalisasi pengguna narkoba.

Sementara masih terjadi dualisme, ada hakim yang menjatuhkan hukuman pengguna narkoba ke dalam sel, ada juga yang ke tempat rehabilitasi.

Ada 359 ribu pengguna narkoba yang dijebloskan di lapas, sementara 138 ribu direhabilitasi. Disejumlah kota sekarang sudah memiliki tempat rehabilitasi narkoba. Sekarang tinggal mengamankan agar mereka tidak mudah berhubungan dengan orang lain. Ini untuk menghindari agar rehabilitasi tidak menjadi pasar baru narkoba.

Asal Usul Penyakit AIDS

Wibi Alwi Surya Kuncoro 09.28.00 Add Comment
Asal Usul Penyakit AIDS-“Virus HIV AIDS sebenarnya bukan berasal dari simpanse, tetapi ciptaan para ilmuwan yang kemudian diselewengkan melalui rekayasa tertentu untuk memusnahkan etnis tertentu.” (Jerry D. Gray, Dosa-dosa Media Amerika – Mengungkap Fakta Tersembunyi Kejahatan Media Barat, Ufuk Press 2006 h. 192).

Tulisan Allan Cantwell, Jr. M.D. ini mengungkapakan rahasia asal-usul AIDS dan HIV, juga bagaimana ilmuwan menghasilkan penyakit yang paling menakutkan kemudian menutup-nutupinya.

Asal Usul Penyakit AIDS
Teori” Monyet Hijau

1. Tidak sedikit orang yang sudah mendengar teori bahwa AIDS adalah ciptaan manusia. Menurut The New York Times yang terbit 29 Oktober 1990, tiga puluh persen penduduk kulit hitam di New York City benar-benar percaya bahwa AIDS adalah “senjata etnis” yang didesain di dalam laboratorium untuk menginfeksi dan membunuh kalangan kulit hitam. Sebagian orang bahkan menganggap teori konspirasi AIDS lebih bisa dipercaya dibandingkan teori monyet hijau Afrika yang dilontarkan para pakar AIDS. Sebenarnya sejak tahun 1988 para peneliti telah membuktikan bahwa teori monyet hijau tidaklah benar. Namun kebanyakan edukator AIDS terus menyampaikan teori ini kepada publik hingga sekarang. Dalam liputan-liputan media tahun 1999, teori monyet hijau telah digantikan dengan teori simpanse di luar Afrika. Simpanse yang dikatakan merupakan asal-usul penyakit AIDS ini telah diterima sepenuhnya oleh komunitas ilmiah.

2. “Pohon keturunan” filogenetik virus primata (yang hanya dipahami segelintir orang saja) ditampilkan untuk membuktikan bahwa HIV diturunkan dari virus primata yang berdiam di semak Afrika. Analisis data genetika virus ditunjukkan melalui “supercomputer” di Los Alamos, Mexico, menunjukkan bahwa HIV telah “melompati spesies’, dari simpanse ke manusia sekitar tahun 1930 di Afrika.

Eksperimen Hepatitis B Pra-AIDS kepada Pria Gay (1978-1981)

Ribuan pria gay mendaftar sebagai manusia percobaan untuk eksperimen vaksin hepatitis B yang “disponsori pemerintah AS” di New York, Los Angeles, dan San Fransisco. Setelah beberapa tahun, kota-kota tersebut menjadi pusat sindrom defisiensi kekebalan terkait gay, yang belakangan dikenal dengan AIDS. Di awal 1970-an, vaksin hepatitis B dikembangkan di dalam tubuh simpanse. Sekarang hewan ini dipercaya sebagai asal-usul berevolusinya HIV. Banyak orang masih merasa takut mendapat vaksin hepatitis B lantaran asalnya yang terkait dengan pria gay dan AIDS. Para dokter senior masih bisa ingat bahwa eksperimen vaksin hepatitis awalnya dibuat dari kumpulan serum darah para homoseksual yang terinfeksi hepatitis.

Kemungkinan besar HIV “masuk” ke dalam tubuh pria gay selama uji coba vaksin ini. Ketika itu, ribuan homoseksual diinjeksi di New York pada awal 1978 dan di kota-kota pesisir barat sekitar tahun 1980-1981.

Apakah jenis virus yang terkontaminasi dalam program vaksin ini yang menyebabkan AIDS? Bagaimana dengan program WHO di Afrika? Bukti kuat menunjukkan bahwa AIDS berkembang tak lama setelah program vaksin ini. AIDS merebak pertama kali di kalangan gay New York City pada tahun 1979, beberapa bulan setelah eksperimen dimulai di Manhattan. Ada fakta yang cukup mengejutkan dan secara statistik sangat signifikan, bahwa 20% pria gay yang menjadi sukarelawan eksperimen hepatitis B di New York diketahui mengidap HIV positif pada tahun 1980 (setahun sebelum AIDS menjadi penyakit “resmi’). Ini menunjukkan bahwa pria Manhattan memiliki kejadian HIV tertinggi dibandingkan tempat lainnya di dunia, termasuk Afrika, yang dianggap sebagai tempat kelahiran HIV dan AIDS. Fakta lain yang juga menghebohkan adalah bahwa kasus AIDS di Afrika yang dapat dibuktikan baru muncul setelah tahun 1982. Sejumlah peneliti yakin bahwa eksperimen vaksin inilah yang berfungsi sebagai saluran tempat “berjangkitnya” HIV ke populasi gay di Amerika. Namun hingga sekarang para ilmuwan AIDS mengecilkan koneksi apapun antara AIDS dengan vaksin tersebut.

Umum diketahui bahwa di Afrika, AIDS berjangkit pada orang heteroseksual, sementara di Amerika Serikat AIDS hanya berjangkit pada kalangan pria gay. Meskipun pada awalnya diberitahukan kepada publik bahwa “tak seorang pun kebal AIDS”, faktanya hingga sekarang ini (20 tahun setelah kasus pertama AIDS), 80% kasus AIDS baru di Amerika Serikat berjangkit pada pria gay, pecandu narkotika, dan pasangan seksual mereka. Mengapa demikian? Tentunya HIV tidak mendiskriminasi preferensi seksual atau ras tertentu. Apakah benar demikian?

Keserupaan dengan FLU Burung

Di pertengahan tahun 1990-an, para ahli biologi berhasil mengidentifikasi setidaknya 8 subtipe (strain) HIV yang menginfeksi berbagai orang di seluruh dunia. Telah terbukti, strain B adalah strain pra dominan yang menginfeksi gay di AS. Strain HIV ini lebih cenderung menginfeksi jaringan rektum, itu sebabnya para gay yang cenderung menderita AIDS dibandingkan non-gay

Sebaliknya, Strain HIV yang umum dijumpai di Afrika cenderung menginfeksi vagina dan sel serviks (leher rahim), sebagaimana kulup penis pria. Itu sebabnya, di Afrika, HIV cenderung berjangkit pada kalangan heteroseksual.

Para pakar AIDS telah memeberitahukan bahawa AIDS Amerika berasal dari Afrika, padahal Strain HIV yang umum dijumpai di kalangan pria gay nyaris tak pernah terlihat di Afrika! Bagaimana bisa demikian? Apakah sebagian Strain HIV direkayasa agar mudah beradaptasi ke sel yang cenderung menginfeksi kelamin gay?

Telah diketahui, pria ilmuwan SCVP (Special Virus Cancer Program) mampu mengadaptasi retrovirus tertentu agar menginfeksi jenis sel tertentu. Tak kurang sejak tahun 1970, para ilmuwan perang biologis telah belajar mendesain agen-agen (khususnya virus) tertentu yang bisa menginfeksi dan menyerang sel kelompok rasial “tertentu”. Setidaknya tahun 1997, Stephen O’Brien dan Michael Dean dari Laboratorium Keanekaragaman Genom di National Cancer Institute menunjukkan bahwa satu dari sepuluh orang kulit putih memiliki gen resisten-AIDS, sementara orang kulit hitam Afrika tidak memiliki gen semacam itu sama sekali. Kelihatannya, AIDS semakin merupakan “virus buatan manusia yang menyerang ras tertentu” dibandingkan peristiwa alamiah.

Berkat bantuan media Amerika, virus ini menyebar ke jutaan orang tertentu di seluruh dunia sebelum segelintir orang mulai waspada akan kejahatan di balik penciptaan virus ini. Di tahun 1981, pejabat kesehatan memastikan “masyarakat umum” bahwa tak ada yang perlu dikhawatirkan. “AIDS adalah penyakit gay” adalah jargon yang sering dikumandangkan media.

Setidaknya tahun 1987, Robert Gallo memberitahu reporter Playboy, David Black, “Saya pribadi belum pernah menemukan satu kasus pun (di Amerika) dimana pria terkena virus (AIDS) dari seorang wanita melalui hubungan intim heteroseksual .” Gallo melanjutkan, “AIDS tak akan menjadi bahaya yang tak bisa teratasi bagi masyarakat umum.” Apakah ini sekedar spekulasi ataukah Gallo mengetahui sesuatu yang tidak ia ceritakan?

Nah begitulah bahayanya jika kita terkena penyakit yang mematikan dan belum ada obatnya sampai sekarang. Demikian info pengetahuan tentang Asal Usul Penyakit AIDS yang bisa admin share. Terima Kasih dan Semoga bermanfaat.