Tampilkan postingan dengan label Puisi Harapan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi Harapan. Tampilkan semua postingan

Celotehku Hari Ini Part 4

Wibi Alwi Surya Kuncoro 03.47.00 Add Comment
Celotehku Hari Ini Part 4-Guratan demi guratan, sedikit demi sedikit akan aku ulang kembali perjalanan panjang yang sudah lama aku nanti.  Kegagalan di masa lalu sudah aku lupakan dan kini aku punya kehidupan di masa yang akan datang dan akan aku ulang kembali menjadi keajaiban.

Tentang aku dan kehidupan
Bergerak, berjalan, berlari dari kehidupan ke kehidupan
Melihat, mendengar, merasakan perjalanan
Merindu, terdiam, dan berbicara dalam pikiran

Kehidupan adalah kehidupan
Kita mencari di tengah keramaian
Kita bersembunyi di sudut kegelapan
Air sungai mengalir melawati terang menuju kehampaan

Dan biarkan aku sejenak dengan kesendirian
Yang berbicara adalah hati dan pikiran
Yang merasa adalah jiwa yang tenang
Membiarkan semua ini berbisik, melantunkan

Kesendirian itu sepi
Menjadikannya dingin dan berkedinginan
Sesepi belantara hutan diantara pepohonan
Sedingin embun yang menetes di dedaunan

Dan biarkan aku sejenak dengan kesendirian ini
Tak ada siapa-siapa tak berarti tak ada kehidupan
Tak ada yang memegang tanganku
Dan aku hidup dalam kebebasanku

Setiap orang, mungkin pernah merasakan yang namanya kesendirian. Kesendirian ini adalah ketika kita merasakan bahwa tak ada yang menemani, entah dalam ruang kosong, bahkan pada keramaian sekalipun. Kesendirian ini, terkadang menyakitkan, atau bahkan membahagiakan.

Celotehku Hari Ini Part 4
Dalam kesendirian, kita dapat menemukan cerminan diri kita sendiri. Menemukan siapa kita sebenarnya, dan menjadi apa diri kita sebenarnya. Kita juga menemukan, tentang cap atau label dari orang lain yang sesuai dengan kita, maupun yang tidak sesuai dengan kita sendiri.

‘Saya seorang guru’, ‘saya seorang Sarjana’, ‘saya pelajar’ dll, menjadi tidak bermakna dan tidak berguna ketika berada dalam kesendirian. Status akademik maupun jabatan tidak berpengaruh, melainkan status diri kita sendiri. Sifat kita yang asli bagaimana, dan seperti apa.

Dalam kesendirian, pikiran-pikiran yang terpendam, justru dapat keluar dan teringat kembali seutuhnya. Keinginan-keinginan yang pernah ada, kembali muncul. Khususnya keinginan maupun pikiran yang baik. Ada kebahagiaan tersendiri, ketika kita ber-imajinasi tentang apa yang kita inginkan.

Kadang kita sendiri butuh waktu untuk menyelami dari suatu kesalahan yang ada, memikirkan langkah berikutnya setelah kita terjatuh. Kadang semuanya butuh proses yang sama sekali tidak gampang. Menyadari dan mengakui sebuah kesalahan dapat terjadi pun butuh sebuah keberanian. Sama sekali bukan hal yang mudah. Terutama jika kita mempunyai sikap yang arogan dan egoistik.

Kadang kita juga butuh waktu untuk memahami kehidupan yang sedang kita jalani. Hidup adalah pilihan. Pilihan yang harus diambil, adalah konsekuensi kita sendiri. Entah itu baik, atau buruk. Satu pilihan, bahkan bisa mengubah orang dalam waktu bertahun-tahun.

Hidup adalah cobaan. Tuhan menciptakan makhluk-Nya untuk hidup di dunia ini, tidak lain dan tidak bukan untuk diberi cobaan. Musibah atau rasa bahagia, itu merupakan cobaan. Dalam kesendirian, kita dapat memahami maksud dan arti dari cobaan yang diberikan kepada kita. Karena hidup harus dijalani dengan hati yang terbuka, dan menerima.

Kesendirian dapat mendekatkan diri kita dengan Tuhan yang menciptakan kita. Kita kadang suka melupakan Tuhan pada setiap hal. Di dalam kesendirian inilah, waktu yang tepat untuk mempererat hubungan kita sekaligus meminta kepada Tuhan.

Kadangkala, kesendirian ini menimbulkan rasa sakit. Ya, itu benar. Bagaimana rasanya, di tengah kerumunan, justru kita merasa sendiri karena merasa ditolak oleh lingkungan sekitar? Atau bagaimana rasanya ketika tidak ada teman yang menolong padahal saat kita bahagia, kita tolong?

Disinilah, kita merasakan kesendirian sebagai sebuah penyiksaan yang menyakitkan, namun membuat candu. Dalam kesendirian, muncul sakit hati. Memikirkan hal-hal yang buruk menimpa kita. Merasa dijauhi dan sebagainya.

Tapi inilah hidup. Kita butuh kesendirian. Kesendirian, dapat membahagiakan, maupun menyakitkan. Karena sesuatu di dunia ini, mempunyai 2 sisi. Maka, nikmatilah.

Maafkan Aku Puisi

Wibi Alwi Surya Kuncoro 20.43.00 Add Comment
Maafkan Aku Puisi-Sudah beberapa hari saya ngga nyampah dimari. Byuh, byuh, byuh. Maklum, saya sibuk sekali beberapa hari terakhir ini. Sibuk nyantai maksud saya. Oke. Trus? Penting gitu? Hehe. Ya ngga juga sih. Saya ini kan memang tidak pernah penting, tapi bergaya seperti yang paling penting. Ya, ala-ala pencitraan gitu mungkin. Pen-CITRA-an hand & body lotion. Ya sudahlah. Tidak perlu dibahas penting-ngga penting tadi. Itu kan relatif buat siapanya. Kalau buat saya penting, bukan berarti buat orang lain juga harus penting kan? Begitu juga sebaliknya. 

Mending bahas Puisi yang, ehmmm kapan ya?, mungkin sekitar 1 tahun yang lalu kalau saya ngga salah inget, yang sudah membuatnya. Yukk langsung aja di simak.

Maafkan Aku Puisi

Lantakkanlah duniaku…wahai sang malam
cabiklah dengan berjuta tajam ….jiwaku kan riang meregang..
Sudutkanlah diriku diujung kutub yang kelam….
ludahi sekujur asaku yang tak kenal kata sopan…
Menarilah diatas bangkai hina ini ….wahai Hujan….
Campakkanlah sanjungan sanjunganku dahulu yang bau..untukmu..
Adakah lagi selaksa siksa pantas untukku….
aku masih mau…Sungguh….


Kumohon……
sungguh tak tertebus kebodohanku…
sinislah pandang aku wahai mentari…bakarlah hati durjana ini..
Dan pencarkanalh abuku keseluruh kata berarti mati…..
Kuburkanlah segala kebahagiaanku kepalung dalam menanti..
patahkalan setiap kakiku yang menari….

Relaku….terwujud tawa menanti…hujan jarum kutadah di hati
Usah kau pusing ku hanya mencari simpati….duhai mendung sunyi
Aku sungguh ingin merasakan menjadi pecundang sejati…
Dan hukumlah aku abadi……
Takkan menangis manusia ini……kureguk puas segala balas

agar tercodet disepanjang hayat ini…membekas
betapa aku telah…salah………
Aku……..bersimpuh padamu wahai ….Malam…hujan….
Laut..ombak…pelangi….peri-peri….mimpi…..indah…
Cakrawala….Fajar…..embun….dunia..
Akulah yang pesakitan mengakui……
Aku yang telah membuat….Senyumnya menghilang…

Tolong…..Siksa diri ini….
Maafkan aku wahai puisi……

Sudah ah. Segitu aja dulu nyampahnya. Besok-besok lagi ya.

Puisi Harapan-Pengharapan

Wibi Alwi Surya Kuncoro 20.01.00 Add Comment
Puisi Harapan-Pengharapan-Setiap manusia mempunyai harapan. Manusia yang tanpa harapan, berarti manusia itu mati dalam hidup. Orang yang akan meninggal sekalipun mempunyai harapan, biasanya berupa pesan-pesan kepada ahli warisnya. Harapan tersebut tergantung pada pengetahuan, pengalaman, lingkungan hidup, dan kemampuan masing-masing. Berhasil atau tidaknya suatu harapan tergantung pada usaha orang yang mempunyai harapan. 


Harapan berasal dari kata harap yang berarti keinginan supaya sesuatu terjadi, sehingga harapan berarti sesuatu yang diinginkan dapat terjadi. Dengan demikian harapan menyangkut masa depan. Kalo kata pak Mario Teguh Harapan adalah penghubung antara sepedih-pedihnya keadaan dengan seindah-indahnya kesyukuran. Engkau yang tetap berharap dalam kesulitan, akan menemukan celah yang mengeluarkanmu dan memulihkan jiwamu. Maka janganlah engkau menghapus harapan dari hatimu, karena ia adalah perajut serat kekuatan hatimu. Engkau yang menggunakan harapanmu untuk menahan tangis dalam kepedihanmu, semoga Tuhan segera mengangkatmu keluar dan memanjakanmu dalam kedamaian dan kesejahteraan.

Sebuah angan-angan yang suatu saat akan atau ingin untuk diwujudkan, itulah kata yang tepat dalam isi dari puisi dibawah ini. Puisi yang berjudul Pengharapan oleh Dede Putri yani yang sudah bersedia mengirimkan puisinya untuk dipublik di blog sederhana ini yang mana berbagi itu memang indah.

Puisi Harapan-Pengharapan

Andaikan....
Engkau mengabulkan pengharapanku
Aku hanya ingin satu hal


Satu hal namun bisa memberikan harapan baru
Satu hal namun bisa merubah tangisku menjadi tawa
Satu hal yang bisa membawaku menjadi Imanku
Satu hal yang membuat ku bahagia

Yaitu kamu....
Kamu yang masih menjadi tanda tanya
Besar dalam setiap doaku
Dalam setiap harapanku

Walaupun aku tak tau siapa dirimu, keadaanmu
Bahkan berharap untuk di pertemukan
Dengan dia yang benar-benar miliku
Bukan dia yang datang lalu menghilang

Oleh Dede Putri Yani
Facebook : https://www.facebook.com/sasuke.putri

Harapan memang tidak jauh berbeda dengan apa yang disebut dengan mimpi. Kehadiranya  dalam pikiran manusia akan membuat suatu keinginan yang sudah direncanakan dengan penuh kematangan. Ingin menjadi sesuatu, ingin memiliki sesuatu, ingin melihat orang lain menjadi sesuatu, adalah beberapa yang termasuk dalam impian. Semoga bermanfaat.